Uncategorized

Viral Soal LCC SD-SMP di Sibolga, Ketua Dewan Pendidikan Buka Suara – Ungkap Kronologi dan Aturan Main Babak Rebutan

×

Viral Soal LCC SD-SMP di Sibolga, Ketua Dewan Pendidikan Buka Suara – Ungkap Kronologi dan Aturan Main Babak Rebutan

Sebarkan artikel ini
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Sibolga, 30/10 (BatakPost)- Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SD dan SMP se-Kota Sibolga yang viral di media sosial karena dugaan soal bocor akhirnya dijawab resmi.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga, Hendra Sahputra, memberikan statemen lengkap, Jumat (30/10/2026), untuk meluruskan isu yang berkembang.

IKLAN
IKLAN

Hendra menegaskan, Dewan Pendidikan mendukung penuh LCC yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga tersebut. Kegiatan ini dinilai penting untuk menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan prestasi akademik peserta didik.

“Peserta didik perlu diberi kesempatan mengasah pengetahuan, ketelitian, kecepatan berpikir, dan kerja sama tim melalui kegiatan yang kompetitif namun tetap edukatif,” ujar Hendra.

Awal Mula Keterlibatan Dewan Pendidikan

Hendra menjelaskan, keterlibatan Dewan Pendidikan bukan tiba-tiba. Dimulai dari undangan persiapan LCC pada Selasa, 29 September 2026, hingga mengawasi langsung Technical Meeting yang dihadiri seluruh peserta.

Di akhir TM, semua peserta menyepakati dan menandatangani berita acara petunjuk teknis dan ketentuan pelaksanaan LCC.

Pengawasan berlanjut saat penulisan soal oleh tim penulis soal tingkat SD pada Jumat, 09 Oktober dan tingkat SMP pada Senin, 12 Oktober. Soal bersumber dari sekolah-sekolah, kemudian disusun tim berdasarkan klasifikasi: babak penyisihan, semi final, dan final, melalui paket soal dalam amplop tertutup dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran umum (Bahasa Indonesia, PKn, Sejarah Budaya Lokal).

Duduk Perkara Viral di Babak Final SD

Menurut Hendra, pelaksanaan final SD sebenarnya sudah berjalan baik di babak soal wajib dan wajib lempar, dengan semua regu memperoleh nilai.

Polemik muncul di babak rebutan. Dari 12 soal rebutan, sudah berjalan 7 soal. Masalah muncul di soal ke-8, ketika juri belum selesai membaca soal, peserta sudah menekan bel dan menjawab.

“Dapat kami jelaskan bahwa sesuai petunjuk teknis dan ketentuan pada babak rebutan semua peserta berhak menjawab walaupun soal belum selesai dan apabila jawaban benar maka diberi nilai 100 dan jika salah dikurangi nilai 50,” jelasnya.

Aturannya jelas: jika bel dibunyikan sebelum soal selesai dibacakan, pembacaan soal dihentikan. Tim yang membunyikan bel jika tidak menjawab atau menjawab salah, nilainya dikurangi 50 poin.

Transparansi Paket Soal

Untuk menjaga objektivitas, panitia menyiapkan paket soal dalam amplop tertutup:

– Semi Final SD: 23 soal (wajib 6, wajib lempar 5, rebutan 12) disiapkan dalam 27 paket amplop tertutup + 3 paket cadangan.
– Final SD: 23 soal (wajib 6, wajib lempar 5, rebutan 12) disiapkan dalam 13 paket amplop tertutup + 3 paket cadangan.
– Final SMP: 26 soal (wajib 7, wajib lempar 6, rebutan 13) disiapkan dalam 13 paket amplop tertutup + 3 paket cadangan.

Hendra menegaskan, keputusan juri bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat. Juri berwenang menilai kebenaran jawaban, dan jika ditemukan soal bermasalah (tidak jelas, jawaban ganda, atau kunci jawaban keliru), juri berhak membatalkan dan menggantinya dengan soal cadangan.

Dewan Pendidikan memastikan pelaksanaan LCC berjalan objektif, transparan, dan akuntabel sesuai juknis.

Kegiatan LCC ini sendiri menjadi momen bersejarah, karena baru pertama kali digelar kembali di masa kepemimpinan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, setelah belasan tahun mati suri.

Ke depan, Pemko Sibolga akan melakukan evaluasi total. Dewan juri dan penyusun soal wajib menandatangani fakta integritas di atas materai. Jika terbukti ada kelalaian atau kecurangan, sanksi tegas akan diberikan. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW

Advertisement
Example 300x600
Advertisement