Hanya Orang Asing yang Bermanfaat dan Tidak Membahayakan yang Bisa Masuk ke Indonesia

Sibolga5 Dilihat

Sibolga, 24/9 (Batakpost.com)- Kebijakan Keimigrasian Indonesia adalah selective policy, yaitu, hanya orang asing yang bermanfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum yang diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia.

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Imigrasi Sibolga, Dr Saroha Simanullang dalam Rapat Bersama dengan Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (23/9/2022) di Aula Pelindo Sibolga, Sumatera Utara.

BACA JUGA: Korem 023/KS Raih Juara I Predikat Satker Terbaik Pengelolaan Anggaran

“Keberadaan orang asing dibutuhkan sepanjang memberikan manfaat, namun dampak negatifnya tetap harus diwaspadai. Untuk itu kolaborasi yang harmonis antar instansi harus kita tingkatkan sehingga pengawasan orang asing dapat dilaksanakan secara maksimal,” tegas Saroha.

Dikatakan Saroha,  Imigrasi Sibolga siap mendukung kegiatan pelayanan Keimigrasian khususnya layanan izin tinggal terlebih lagi bagi para investor, karena dampaknya sangat positif bagi pembangunan dan perekonomian bangsa.

Rapat kolaborasi antar instansi ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sibolga, H Jamalluddin Pohan, dan dihadiri Kepala Divisi Imigrasi Sumatera Utara, Ignatius Purwanto, Ketua PN Sibolga Lenny Lasminar Silitonga, SH, MH.

Dalam sambutannya Wali Kota menyampaikan, bahwa Tim Pora adalah wadah untuk berbagi informasi terkait Keimigrasian, sehingga seluruh pihak dapat berperan aktif dalam pengawasan orang asing di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, agar tidak membawa dampak negatif yang merugikan.

BACA JUGA: Gubernur Edy: Baca Koran Turut Jaga Aset Bangsa, Tapi Jangan Main “Tiko” Ya

Sebelumnya Kepala Divisi Imigrasi Sumatera Utara, Ignatius Purwanto mengatakan, wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah cukup luas, oleh karena itu, melalui Tim Pora negara hadir memberikan pelayanan di tengah-tengah masyarakat dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan dan keamanan negara.

Dalam rapat ini, juga digelar diskusi dan berbagi informasi terkait keberadaan orang asing.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Tim Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumut, perwakilan TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, BAIS, Disnaker, Disdukcapil, Dinkes, Kesbangpol, Disdik, BPBD, Satpol PP, dan instansi lainnya. (ril/red)