Berita UtamaKepulauan Nias

Bobby Nasution Tegaskan Serah Terima RSUD Thomsen Nias Jangan Ganggu Layanan: Akses Kesehatan Warga Kepulauan Nias Harus Makin Kuat

×

Bobby Nasution Tegaskan Serah Terima RSUD Thomsen Nias Jangan Ganggu Layanan: Akses Kesehatan Warga Kepulauan Nias Harus Makin Kuat

Sebarkan artikel ini
Pengalihan pengelolaan RSUD dr. M. Thomsen Nias dari Pemkab Nias ke Pemko Gunungsitoli disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026) di Kota Gunungsitoli. (Batakpost.com/Diskominfo)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Gunungsitoli, 29/10 (BatakPost) – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pengalihan pengelolaan RSUD dr. M. Thomsen Nias dari Pemkab Nias ke Pemko Gunungsitoli harus menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, bukan sebaliknya.

Penegasan itu disampaikan Bobby saat menghadiri penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengalihan Personel, Pendanaan, Sarana, dan Prasarana (P3D) RSUD dr. M. Thomsen Nias di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.15, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Kamis (29/10/2026).

IKLAN
IKLAN

“Hari ini kita sedang menjalankan amanat undang-undang untuk pemekaran. Bukan hanya membentuk pemerintahan yang baru, namun hak-hak lainnya harus dilanjutkan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita yang mencontohkan, siapa lagi?” tegas Bobby.

Bobby menjelaskan penyerahan rumah sakit ini adalah pelaksanaan amanat UU Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Gunungsitoli di Provinsi Sumut. Pemekaran wilayah, kata dia, bukan sekadar membentuk pemerintahan baru, tetapi wajib diikuti penyelesaian hak dan konsekuensi administratif.

Jangan Sampai Dokter Hengkang, Pelayanan Terganggu

Mantan Wali Kota Medan itu juga menyoroti dinamika yang rawan muncul, termasuk kekhawatiran eksodus tenaga medis dan dokter spesialis pasca pengalihan. Ia memastikan Pemprov Sumut akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan kedua pemerintah daerah agar transisi tidak mengganggu layanan. “Proses transisi tidak boleh sampai mengganggu pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat,” tegasnya.

Dengan alih kelola ini, penataan faskes di Kepulauan Nias diharapkan makin baik dan sesuai standar nasional. Bobby juga membuka peluang Pemprov memfasilitasi peningkatan kelas RSUD Thomsen sebagai rumah sakit rujukan utama se-Kepulauan Nias.

Serah Terima Estafet

Bupati Nias Ya’atulö Gulö menyebut penyerahan ini sebagai kebanggaan sekaligus estafet sejarah. RSUD Thomsen telah lama menjadi rumah sakit rujukan utama warga Nias.”Hari ini kami menyerahkan estafet pengelolaan RSUD ini kepada Pemko Gunungsitoli dengan keyakinan penuh bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota, rumah sakit ini akan terus berkembang pesat dan semakin optimal melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli menyatakan kesiapan penuh menerima dan mengelola aset ratusan miliar tersebut. “Kami komitmen mengawal masa transisi, baik pencatatan aset maupun perpindahan personel, sehingga pelayanan tetap optimal,” kata Sowa’a.

Ia juga berharap dukungan penuh Gubernur Sumut untuk peningkatan fasilitas, mengingat RSUD Thomsen tidak hanya melayani warga Kota Gunungsitoli, tetapi juga seluruh masyarakat Kepulauan Nias. Masa transisi dijadwalkan berlangsung selama dua bulan untuk penataan administrasi, pengelolaan dan pemeliharaan aset, serta menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi warga Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW