Jakarta, 28/10 (BatakPost)– Semangat Hari Sumpah Pemuda mewarnai acara wisuda Institut Transportasi dan Logistik Trisakti yang dilangsungkan di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (28/10/2026).
Dari 873 wisudawan, ada 28 lulusan S3 Program Studi Manajemen yang dikukuhkan resmi menyandang gelar Doktor. 107 Program Megister Manajemen, 636 Program Sarjana, dan 102 Program Pendidikan Diploma III.
Salah satu yang meraih gelar Doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif, 3,87 (Cumlaude) adalah pengusaha sukses asal Provinsi Aceh, Ismail Rasyid. Pria kelahiran 3 Juli 1968 ini resmi menyandang gelar Doktor (DR) di bidang Logistik, setelah sebelumnya menyelesaikan S2, M.M.Tr (Master Magister Transportasi) dan S1, Ekonomi Study Pembangunan.
Kepada media ini, CEO PT. Trans Continent menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah SWT dan keluarga atas gelar doktor akademik yang diraihnya.
Dengan mengangkat judul disertasi “Analysis Of The Effect Of Supply Chain Integration, Digital Supply Chain And Network Embeddedness On Competitive Perfomance And Innovation Perfomance At National And International Freight Forwarding Companies” Dr. Ismail Rasyid, SE., M.M.Tr, mampu meyakinkan para dosen penguji atas penelitiannya.
Kesuksesan Dr. Ismail Rasyid, SE., M.M.Tr, di bidang pendidikan dan dunia usaha, layak menjadi kisah inspiratif bagi masyarakat Indonesia, apalagi di momen Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026. Media BatakPost telah merangkum kisah perjalan Bos Trans Continent ini dari berbagai sumber.
Dari Kernet Labi-labi Hingga Jadi Bos 80 Negara
Siapa sangka, CEO perusahaan logistik internasional dengan jaringan di 80 negara ini pernah jadi kernet labi-labi jurusan Pasar Aceh – Lhoknga.
Ismail Rasyid (57) bukan yang lahir dari keluarga hebat atau pejabat. Pengusaha asal Matangkuli, Aceh Utara ini lahir dari keluarga pas-pasan. Ayahnya hanya seorang utoh (tukang rumah kayu) dan ibunya bukan wanita karier.
Anak kedua dari 6 bersaudara ini pun membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk menimba ilmu. Di mana sambil kuliah di Universitas Syiah Kuala, Fakultas Ekonom, Ismail ngernet dan jual buah. Demi biaya kuliah dia tak gengsi melakoni pekerjaan kasar itu menjadi kernet labi-labi Pasar Aceh – Darussalam.
Saat Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Blang Padang, ia tak jadi penonton. Ia nekat ke Takengon beli buah dari agen, lalu dijual lagi di arena PKA. Mental pedagang sudah terbentuk sejak mahasiswa.
Nekat Merantau Ke Batam
Lulus dari Universitas Syiah Kuala Tahun 1993, Aceh sedang konflik bersenjata. Pekerjaan susah. Ismail pun nekat merantau ke Batam.
Dari sanalah kariernya ditempa. Ia merangkak dari bawah: Store Supervisor di CV Oscarindo Batam Pertiwi, Team Chief di PT Singapore Indobatam Co, Airfreight Coordinator PT Ritra Cargo, Branch Manager Citylink Transindo, hingga General Manager dan Managing Director di C&P Logistics Indonesia.
Ilmu dan relasi terkumpul, pada tahun 2003 ia memberanikan diri mendirikan PT Trans Continent di bawah bendera Royal Group.
Kini Punya 19 Cabang, Jaringan 80 Negara
Siapa sangka, dari kantor rintisan, kini Trans Continent punya 19 cabang di 11 provinsi Indonesia, termasuk di Kota Sibolga, Sumatera Utara, plus 2 cabang luar negeri di Australia dan Filipina. Jaringan kerjanya menembus lebih dari 80 negara.
Tak berhenti di situ, ia juga membawahi 4 perusahaan lain: PT Royal Indonesia (perdagangan & ekspor impor) PT Royal Marine (pelayaran) PT Equator Media Vaganza (media) PT Royal Andalas Energi (bongkar muat) yang berkantor pusat di Seutui, Banda Aceh.
Dekat dengan Awak Media
Sosok dari Ismail Rasyid tak asing lagi bagi awak media. Kegiatan sosial dan penyaluran CSR perusahaannya membuat kalangan media sering bersua dengan putra Aceh ini. Sikap yang ramah meskipun sudah menjadi orang hebat, membuat para awak media nyaman meliput kegiatan perusahaannya.
Dari kernet labi-labi yang berdebu di jalanan Banda Aceh, kini menjadi nakhoda bisnis transportasi multimoda internasional. Kisah Ismail Rasyid ini adalah bukti nyata: asal mau kerja keras, anak pedalaman pun bisa mendunia. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW















