Tapteng, 23/10 (BatakPost)– Warga Desa Barambang, Kecamatan Sosor Gadong, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tapteng di Pandan, Kamis (22/10/2026).
Kedatangan massa yang terdiri dari kaum ibu, lansia, hingga pemuda ini meminta bertemu langsung dengan Bupati Masinton Pasaribu untuk melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di desa mereka. Salah satunya masalah bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang tak jelas hingga sekarang. Di mana mereka yang menjadi korban banjir, hingga kini tidak terdata dan ketika itu ditanyakan kepada Kepala Desa dan Camat, tidak ada jawaban.
“Padahal aku sendiri Pak, di permukaan sungai rumah ku Pak dan terbenam Pak, kenapa saya tidak dapat bantuan?” teriak Hasudungan Silaban selaku koordinator aksi sembari menangis.
Hasudungan Silaban atau yang dikenal dengan Ompung Burju dalam orasinya dengan lantang meminta agar Bupati Tapteng mencopot seluruh aparat Desa Barambang. Alasan pencopatan itu dikarenakan para aparat desa selama ini tidak melakukan pelayanan dengan baik terhadap masyarakat, khususnya tidak adanya transparansi soal pendataan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) pascabencana 25 November 2025 lalu.
Selain menuntut transparansi bantuan Jadup, warga juga mendesak pemerintah kabupaten memeriksa dan mengaudit mantan kepala desa terkait penggunaan anggaran dana desa serta dugaan pelanggaran tata cara pengangkatan aparatur desa.
Aksi sempat memanas karena massa kecewa Bupati Masinton Pasaribu tidak hadir menemui mereka secara langsung. Perwakilan Pemkab Tapteng, Asisten I Jonnedi Marbun, menjelaskan bahwa bupati sedang berada di Jakarta untuk menghadiri rapat bersama pemerintah pusat.
“Saat ini Pak Bupati sedang ada tugas penting di Jakarta untuk rapat bersama pemerintah pusat guna percepatan penyerapan anggaran,” ujar Jonnedi di hadapan massa aksi.
Hasudungan mengatakan masyarakat Desa Barambang telah berulang kali menyampaikan keluhan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, tetapi belum mendapat jawaban.
“Kami sudah sering sampaikan dari desa sampai ke kabupaten, tapi tidak ada jawaban,” katanya. Karena ingin aspirasi mereka didengar, massa menyatakan siap bertahan di depan Kantor Bupati hingga Masinton bersedia menemui mereka.
“Jangankan hari Senin atau Selasa lusa, satu bulan pun kami bisa bertahan di sini agar Pak Masinton bisa mendengar aspirasi kami,” tegasnya, yang disambut teriakan warga lainnya.
Asisten I Bagian Pemerintah Pemkab Tapteng, Jonnedi Marbun meminta kepada koordinator aksi agar perwakilan dari mereka sebanyak 10 orang masuk ke kantor Bupati untuk membahas terkait tuntutan dari masyarakat.
Inspektorat dan PMD Segera Turun ke Barambang
Ada pun hasil dari pertemuan perwakilan massa dengan Pemkab Tapteng di ruang rapat Cendrawasih Kantor Bupati, disepakati bahwa perwakilan Pemkab Tapteng, di antaranya Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, akan segera turun ke Desa Barambang untuk menindaklanjuti keluhan warga.
“Perwakilan Pemkab Tapteng akan datang ke Desa Barambang dan Inspektorat berjanji akan mengaudit semua tuntutan kita. Maka itu mari kita sama-sama menyambut perwakilan yang akan datang ke desa kita,” pungkas Hasudungan usai keluar dari kantor Bupati kepada massa yang menunggunya di depan pagar kantor Bupati.
Aksi demo ini mendapat pengamanan dari Polres Tapanuli Tengah dan juga dari Satpol PP. Aksi ini juga mengundang perhatian dari masyarakat pengguna jalan yang melintas dari depan kantor Bupati Tapteng. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













