Testimoni Peserta JKN, Opzen: Saya Dibantu BPJS Kesehatan Humbang Hasundutan

Humbahas148 Dilihat

Humbahas, 31/10 (Batakpost.com)- Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibayarkan setiap bulannya sangat memberikan manfaat kepada orang lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong,” semboyan ini melekat ke BPJS Kesehatan sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia. Semboyan ini memiliki filosofi mendalam dalam pelaksanaannya. Pasalnya pada semboyan inilah tercermin sistem kerja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia di mana iuran dari Peserta yang sehat membantu Peserta yang sakit.

Opzen Simamora warga Desa Aeklung Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) merupakan salah satu Peserta JKN yang merasa sangat terbantu dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional.

Baca Juga:  Jokowi Sapa Netizen dengan Bahasa Batak: Horas Manogot

BACA JUGA: BPJS SATU! Tempat Curhat yang Dekat dengan Peserta JKN

Ayah tiga anak ini terdaftar sebagai Peserta JKN dari segmen PNS terhitung mulai dari tahun 1989.

Opzen merupakan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Humbang Hasundutan. Laki-laki kelahiran 50 tahun silam ini beberapa kali menggunakan kartu JKN ketika berobat, baik untuk dirinya sendiri maupun anggota keluarganya.

Ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Doloksanggul pada Kamis (22/9/2022), ia mengaku bahwa pelayanan BPJS Kesehatan tidak rumit. Dirinya yang mengalami stroke sejak satu tahun silam kini perlahan telah pulih dan menjalani rawat jalan setelah satu minggu lamanya menjalani rawat inap di RS Adam Malik Kota Medan.

Baca Juga:  Masniari Pemimpin Bank Indonesia Yang Baru

Opzen mengatakan, tidak ada kerumitan sama sekali dalam proses pendaftaran, rujukan bahkan sampai kepulangan dari rumah sakit rujukan ke daerah asal. Bahkan ambulans juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Danrem Letakkan Batu Pertama Pembangunan GOR Kodim 0205/TK

Ia mengatakan sangat terbantu dengan adanya program JKN dari pemerintah ini. “Kalau saya tidak terdaftar sebagai Peserta JKN, mungkin sudah habis puluhan juta untuk pengobatan stroke saya ini.” Ungkapnya sebagaimana rilis berita yang dikirim BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Senin (31/10/2022).

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Perkenalkan Program Aplikasi Mobile JKN

Opzen yang terdaftar dikelas I ini mengungkapkan, bahwa ini merupakan kali keduanya menggunakan kartu JKN ketika sakit.

Pernah beberapa tahun yang lalu ia beserta istrinya menderita usus buntu secara bersamaan dan harus menjalani operasi. “Semua ditanggung oleh Askes pada saat itu. Dan sekarang setelah menjadi BPJS Kesehatan pelayanannya semakin baik dan semakin banyak pula penyakit dan tindakan medis yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ngkapnya. (ril)