Kerugian Indonesia Akibat Kebakaran Hutan Mencapai Rp 72 Triliun

Tapanuli Tengah212 Dilihat

Tapteng, 13/8 (Batakpost.com)- Indonesia harus menanggung kerugian yang cukup besar akibat kebakaran hutan yang terjadi sepanjang tahun 2019.

Berdasarkan data Bank Dunia kerugian Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2019 mencapai Rp 72,95 triliun rupiah pada delapan provinsi.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang dibacakan Pj Bupati Tapteng, Yetty Sembiring pada Apel Kesiapan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Tapanuli Tengah, Tahun 2022 yang dilaksanakan di lapangan Apel Mako Polres Tapanuli Tengah, Jumat (12/8/2022).

Dikatakan Gubernur, dampak ekonomi lainnya juga terjadi akibat Karhutla, yaitu terjadinya penghentian operasinal bandar udara sehingga memutus akses mobilitas masyarakat.

Setelah berdampak terhadap perekonomian, ungkapnya, kebakaran hutan dan lahan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Tercacat pada bulan September tahun 2019, lebih dari 900.000 orang mengalami gangguan pernafasan sebagai dampak kebakaran dan kabut asap. Disamping itu, kebakaran hutan juga menyebabkan terganggunya ekonomi dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga:  Inilah Deklarasi Pemuda Gereja Dihari Sumpah Pemuda

BACA JUGA: Pj Bupati Tapteng Pimpin Apel Kesiapan Penanganan Bencana Karhutla

Disampaikan Gurbernur, kebakaran hutan di Indonesia disebabkan faktor alam dan faktor manusia, baik yang dilakukan dengan sengaja, kelalaian ataupun karena motif ekonomi seperti untuk membuka lahan.

Melalui sambutannya Gubsu menyampaikan beberapa poin penekanan untuk dipedomani di masing-masing daerah, yakni;

Meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas serta pahami tugas pokok dan peran masing masing. Meprioritaskan upaya pencegahan karhutla melalui pemberian sosialisasi dan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat, dengan pemberdayaan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa serta pelibatan para Tokoh Masyarakat.

Baca Juga:  Tidak Punya Uang Berobat Ibu Dua Anak Ini Terpaksa Dikurung

Bangun Posko Terpadu serta laksanakan manajemen lapangan yang saling bersinergi dan terorganisasir dengan baik serta tidak bekerja sendiri-sendiri.

Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama sehingga dapat dengan cepat mencegah timbulnya titik api yang baru.

Manfaatkan teknologi untuk melakukan pemetaan dan monitoring di area rawan terjadinya karhutla serta melakukan modifikasi cuaca.

BACA JUGA: Satika Simamora Motivasi Warga Sipahutar Ikuti Kesuksesan Wine Coffee Gogo Pagaran

Berdayakan potensi masyarakat dan perusahaan dengan membentuk regu pengendalian kebakaran hutan yang bertugas melakukan patroli dan pemadaman api.

Melakukan patroli secara rutin untuk mengecek sarana prasarana penanggulangan karhutla seperti embung air, kanal air, selang dan pompa air serta lain sebagainya.

Pemberian solusi kepada masyarakat dan korporasi dalam pembukaan lahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan.

Baca Juga:  Kapolres Tapteng Dukung KONI dan Atlet Raih Prestasi

Melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang tegas kepada seluruh pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh konsesi milik korporasi maupun masyarakat.

Apel gabungan ini dihadiri oleh Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Cristian Samma,S.I.K, Dansat Radar 234 Mayor Lek Doddy Setiawan, M.Si. (Han), Pasi Intel Lanal Sibolga Kapten Laut ( E) M. Ikhlas, Wadan Danden Pom I/2 Sibolga Mayor Cpm Lukas, Waka Polres Tapteng Kompol H. Rokhmat, S.H, M.H, Kasat Pol PP Tapteng Wi Candri Limbong, Kepala BPBD Rahman Husein Siregar, Kapolsek Jajaran Polres Tapteng dan Para perwira, Bintara serta pasukan apel dari berbagai instansi terkait. (Jas)