Berita UtamaToba

Marpangir Kembali! Ritual Penyucian Diri Khas Batak Toba Bakal Guncang Pantai Pakkodian 24 Oktober

×

Marpangir Kembali! Ritual Penyucian Diri Khas Batak Toba Bakal Guncang Pantai Pakkodian 24 Oktober

Sebarkan artikel ini
Marpangir Kembali! Ritual Penyucian Diri Khas Batak Toba Bakal Guncang Pantai Pakkodian 24 Oktober 2026. (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Toba, 22/10 (BatakPost)– Ada yang kangen tradisi leluhur Batak yang penuh makna? Catat tanggalnya! Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar acara kebudayaan akbar Marpangir pada Sabtu, 24 Oktober 2026 mendatang.

Lokasi yang dipilih tidak main-main, ritual penyucian diri yang sakral ini akan dipusatkan di kawasan eksotis Pantai Pakkodian, Kecamatan Tampahan – dengan latar Danau Toba yang memukau.

IKLAN
IKLAN

Apa itu Marpangir?

Bagi orang Batak Toba, Marpangir bukan sekadar mandi biasa. Ini adalah tradisi leluhur untuk menyegarkan tubuh, menyucikan jiwa, dan merawat keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya. Ritual ini menggunakan bahan alami yang sangat khas, yaitu unte pangir atau jeruk purut.

Harum jeruk purut yang dicampur ke air diyakini mampu membuang energi negatif dan menyambut semangat baru. “Penyelenggaraan Marpangir ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap warisan leluhur,” ujar perwakilan penyelenggara.

Lebih dari sekadar ritual, event ini juga menjadi strategi jitu untuk mendorong pariwisata Danau Toba. Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan Marpangir sebagai event budaya tahunan yang mendunia, menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.

Jangan Lupa Bawa Ini!

Pihak penyelenggara mengimbau seluruh pengunjung dan peserta agar tidak datang dengan tangan kosong. Ada perlengkapan wajib yang harus disiapkan, seperti; Botol kosong – untuk wadah ramuan unte pangir, Kain sarung & pakaian mandi – agar bisa mengikuti seluruh prosesi ritual dengan khidmat dan nyaman.

Keberlanjutan tradisi lokal seperti Marpangir dinilai sangat penting. Bukan hanya agar identitas budaya Batak Toba tetap lestari, tetapi juga agar generasi muda tidak lupa akar budayanya dan dikenal luas oleh dunia.

Kementerian Pariwisata Sambut Positif

Acara Marpangir yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Toba mendapat dukungan dan sambutan positif dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Melalui Wakil Menteri, Ni Luh Puspa mengajak seluruh masyarakat Batak Toba agar terus menjaga dan melestarikan budaya Marpangir.

Di mana kekuatan budaya ini akan mengundang para wisatawan yang tidak hanya ingin menikmati keindahan alamnya, melainkan menikmati warisan budaya.

“Selamat dan sukses untuk acara Marpangir yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu 24 Oktober 2026 di Pantai Pakkodian, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. Ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya, mendorong kolaborasi pemerintah, komunitas budaya dan pelaku pariwisata serta mengembangkan potensi budaya secara berkelanjutan,” ajaknya. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW