Jakarta, 28/10 (BatakPost)– Kabar lega untuk Sumatera. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar aman hingga 2028.
Kepastian itu diumumkan usai pertemuan tertutup Mendagri Tito Karnavian dan Menkeu Suahasil Nazara di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa malam. Mendagri Tito menegaskan, program percepatan pemulihan bencana Sumatera dirancang jangka panjang selama 3 tahun, dari 2026 hingga 2028.
Koordinasi sejak dini dengan Kemenkeu jadi kunci agar tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan. “Sebelum masuk 2027, kami sudah diskusi dengan Bapak Menteri Keuangan. Alhamdulillah, Insyaallah, anggarannya tersedia,” tegas Tito.
Menkeu Suahasil Nazara mengamini. Ia menyebut semua kementerian/lembaga yang terlibat dalam Rencana Induk Penanganan Bencana Sumatera kini sedang tancap gas menyelesaikan program 2026. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan secara berkelanjutan di APBN 2027 dan 2028.
“Kami pastikan anggaran ada dan anggaran yang telah ditetapkan oleh APBN 2027 digunakan. Prioritasnya salah satunya untuk kegiatan ini, tidak boleh ada pekerjaan yang menggantung atau tidak selesai,” ujar Suahasil. Ia menegaskan, skema anggaran akan terpadu, mengkolaborasikan APBN dan APBD. Jadi, tidak ada alasan pemulihan bencana berhenti di tengah jalan. Dengan komitmen ini, pemerintah memastikan warga terdampak di tiga provinsi tidak hanya dipulihkan, tapi dibangun kembali lebih tangguh hingga 2028. (red/Ant)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW














