Kolaborasi Gotong-Royong Dibutuhkan Untuk Mengembangkan Tenun Ulos

Gaya Hidup180 Dilihat

Medan, 13/6 (Batakpost.com)- Inovasi hasil tenun ulos harus terus dikembangkan agar memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dan untuk menghasilkan inovasi itu, dibutuhkan kolaborasi gotong-royong.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara, Satika Simamora, SE, MM, saat menjadi narasumber pada kegiatan Sumut Fashion Week 2022 yang bertemakan “Peran Ulos dalam Perkembangan Fashion” bersama Desainer Ary Arka dan Rudy Chandra, Minggu (12/6/2022) di Atrium Centre Point Medan, Sumatera Utara.

“Kita perlu berinovasi agar konsumen mau membeli produk-produk ulos tenun tidak hanya sekali, tetapi secara berkesinambungan. Ulos tenun memiliki filosofi dan makna yang dapat mempersatukan kita karena terkait dengan Adat dan Budaya Batak. Marilah kita berkolaborasi, bergotong-royong dan saling berbagi ilmu untuk mengembangkan produk tenun ulos. Untuk itu, hal yang pertama harus kita lakukan adalah mencintai ulos tenun itu dari diri kita sendiri,” ucap Satika.

Baca Juga:  Rehap Bendungan, Pembukaan Jalan Pertanian dan Pembangunan Gedung PAUD Skala Proritas di Desa Kebun Pisang

BACA JUGA: Ketua Dekranasda Taput Bantu Fasilitasi Keluhan dari Pengrajin Pandai Besi  

Agar konsumen tidak hanya sekali membeli hasil tenun ulos, Satika meminta agar tenun ulos dijadikan tren di tengah masyarakat, dengan terlebih dahulu melengkapi pengetahuan para perajin tenun ulos.

Untuk itulah Dekranasda Tapanuli Utara telah mendatangkan desainer nasional agar para penjahit lokal punya referensi yang layak jual. Dan menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan selalu mendukung penuh dalam hal promosi dan pemasaran.

“Hal seperti ini akan selalu kita terapkan sebagai kolaborasi dalam memperjuangkan tenun ulos Tapanuli Utara,” sebut istri Bupati Nikson Nababan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Perancang Busana Ary Arka menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penenun ulos di Kabupaten Tapanuli Utara yang telah menggunakan pewarna alami dan ramah lingkungan.
“Perajin harus selalu kita dukung dengan promosi hingga luar negeri. Saya mendengar bahwa penenun di Kabupaten Tapanuli Utara sudah menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan. Hal ini merupakan sesuatu yang positif dan merupakan nilai tambah dari produk ulos,” puji Ary Arka.

Baca Juga:  Beginilah Cara Ketua TP PKK Taput Satika Simamora Memotivasi Masyarakatnya

BACA JUGA: Satika Simamoara Harapkan Lewat “Toba Fashion Week 2022” Perekonomian Para Pengrajin Tenun Ulos Terangkat

Sementara Desainer Rudy Candra dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dirinya semakin mencintai ulos setelah mempelajari tentang ulos tenun. “Kami sudah beberapa kali datang ke Tapanuli Utara dan memberikan pelatihan bagi para petenun ulos dan juga kepada desainer yang ada di sana. Saya semakin mencintai ulos tenun, saya belajar mengenal apa itu ulos dan manfaatnya,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:  ‘Mie Gomak’ Taput Juara I Wisata Kuliner Nusantara 2017

Ditambahkannya, dia yakin kalau produk-produk ulos tenun bisa mendunia apabila generasi muda semakin mengenal dan mencintai ulos tenun. “Butuh kerja keras dan pengorbanan diawal ini, namun saya yakin selanjutnya kita akan dapat menikmati hasilnya,” tukasnya.

Dalam event ini digelar Peragaan Busana Karya Dekranasda Tapanuli Utara yang menampilkan karya fashion modifikasi tenun ulos karya penjahit Tapanuli Utara, seperti, Junita Parhusip, Jerni Pasaribu, Iustra Adelima Simorangkir, Suryani Rimulina Gultom, Anastasya Charles Angle Simanjuntak, Putri Rehmalem Haloho, Leni Sulistiani, Yusniar Gultom, Putri Angreini Munthe, Rina Wetti Purba, Agustina Sianturi, dan Rosmide Siregar.

Ada pun hasil karya dari 12 penjahit Taput itu merupakan hasil pelatihan dari Ary Arka dan Rudy Chandra. (ril)