Teknologi

CEO Baidu, Robin Li: AI Lebih Cerdas dari Manusia Mungkin Muncul dalam 10 Tahun

212
×

CEO Baidu, Robin Li: AI Lebih Cerdas dari Manusia Mungkin Muncul dalam 10 Tahun

Sebarkan artikel ini
CEO Baidu, Robin Li: AI Lebih Cerdas dari Manusia Mungkin Muncul dalam 10 Tahun
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 25/5 (Batakpost.com) – CEO Baidu, Robin Li, memprediksi bahwa kecerdasan buatan (AI) yang lebih pintar dari manusia, atau dikenal sebagai Artificial General Intelligence (AGI), akan muncul dalam 10 tahun ke depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Li pada konferensi VivaTech di Paris, di tengah perdebatan global tentang kapan AGI akan terealisasi.

Elon Musk, CEO Tesla, telah mengatakan bahwa AGI mungkin akan tersedia pada tahun 2026, sementara CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut bahwa AGI dapat dikembangkan dalam waktu dekat. Namun, Li, yang memimpin salah satu perusahaan teknologi terkemuka di China, menyatakan bahwa prediksi ini tidak realistis.

“AGI masih beberapa tahun lagi. Saat ini, banyak orang bicara soal AGI, mereka berkata mungkin dua tahun lagi, mungkin lima tahun lagi. Saya pikir masih lebih dari 10 tahun lagi,” kata Li, yang dikutip dari CNBC. “Definisi AGI itu komputer atau AI bisa secerdas manusia kan? Atau terkadang lebih pintar. Kami ingin AI secerdas manusia. Dan model paling canggih saat ini jauh dari itu. Dan bagaimana cara mencapai tingkat kecerdasan tersebut? Kami tak tahu,” tambahnya.

Li juga menyerukan agar laju pengembangan AI dipercepat. “Ketakutan saya adalah teknologi AI tak berkembang cukup cepat. Semua orang terkejut betapa pesatnya perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir. Namun bagi saya masih belum cukup cepat. Terlalu lambat,” ujarnya.

Baidu, yang tahun lalu meluncurkan chatbot bergaya ChatGPT bernama Ernie, menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan AI di China. Li mengakui bahwa ada perbedaan besar antara pengembangan teknologi di Amerika Serikat dan China. “Di AS dan Eropa, perusahaan fokus menghasilkan pondasi yang paling kuat dan paling mutakhir. Namun di China, fokusnya adalah penerapan teknologi tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Li menyatakan bahwa saat ini belum ada aplikasi AI yang sangat populer dan memiliki pengguna aktif harian dalam jumlah besar seperti aplikasi di era seluler. “Saat ini di era seluler, Anda punya aplikasi seperti Instagram, YouTube, TikTok. Pengguna aktif hariannya berkisar 100 juta hingga satu miliar, kan? Dan untuk aplikasi asli AI, kami belum melihatnya. Kami tak melihatnya di AS. Kami tidak melihatnya di China. Kami tidak melihatnya di Eropa,” katanya.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300