Bupati Nikson Kembali Turun Gunung dan Bermalam di Rumah Warga

Tapanuli Utara71 Dilihat

Taput, 2/8 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan terus melakukan terobosan untuk mengembangkan taraf hidup masyarakatnya, khususnya yang ada di pedesaan. Untuk itulah dia getol menggelontorkan anggaran pembangunan infrastruktur ke desa-desa, agar masyarakat desa dapat merasakan pembangunan tersebut.

Untuk mengecek pembangunan di desa-desa, Bupati dua periode ini kerap turun dan bermalam bersama masyarakat desa untuk menyerap informasi serta aspirasi dari masyarakat desa, seperti yang dilakukannya di Dusun Sampinur Desa Horison Ranggitgit. Di mana Bupati bersama beberapa pimpinan OPD kunjungan kerja ke desa itu dan menginap di rumah warga, Minggu (31/7).

BACA JUGA: Satika Simamora Gemakan “TAPASIDUNG”

Sehabis dari Desa Horison, Bupati Nikson dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Hutajulu untuk meninjau pembukaan jalan baru dari Sampinur ke Desa Hutajulu sepanjang 7.000 m x 7 m, sekaligus monitoring pasar yang ada di Hutajulu serta meninjau pelatihan pembuatan pupuk organik di desa itu, Senin (1/8).

Baca Juga:  Kekompakan Marga Aritonang Dipuji Bupati Taput

Dalam kesempatan ramah tamah dengan warga Desa Hutajulu, Bupati Nikson Nababan menyatakan  suatu kerinduan baginya dapat bertemu dengan masyarakat.

“Sebagai kepala daerah, dari awal saya sudah merindukan bagaimana desa-desa ini bisa hidup dan warganya sejahtera. Untuk itu saya prioritaskan pembangunan infrastruktur. Di Kecamatan Parmonangan ini sudah beberapa desa yang sudah tuntas jalan dan jembatan serta listriknya,” ungkapnya. Sedangkan untuk sarana air minum harus dilakukan pembenahan pipa. Demikian juga dengan bedah rumah akan ditindaklanjuti tahun depan.

Untuk itulah Bupati mengharapkan dukungan doa dari masyarakat agar secepatnya terealisasi semua permohonan yang belum tuntas itu.

Ritual Marhottas

Kehadiran Bupati Nikson ke Desa Hutajulu, juga dirangkai untuk menyaksikan acara ritual Marhottas, yaitu ritual memberangkatkan petani kemenyan. Di mana acara ini sudah tiap tahun dilaksanakan di Desa Hutajulu.

Baca Juga:  Bupati Taput Berikan Bantuan dan Penghiburan  Bagi Korban Kebakaran di Sipoholon
Bupati Nikson saat menginap di rumah warga di Dusun Sampinur Desa Horison Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara, Senin (1/8). (Batakpost.com/Diskominfo Taput)
Bupati Nikson saat menginap di rumah warga di Dusun Sampinur Desa Horison Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara, Senin (1/8). (Batakpost.com/Diskominfo Taput)

Bupati berharap agar ritual itu tetap dipertahankan dan berjalan dengan lancar. “Saya harap ritual Marhottas ini menjadi ikon desa, dan desa Hutajulu Kecamatan Parmongan ini menjadi Desa Kemenyan,” ucapnya, Selasa (2/8).

Kamelita Silitonga warga Desa Hutajulu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati ke desa mereka dan sudah membuka akses jalan.

“Terima kasih Bapak Bupati sudah membuka jalan dari Sampinur sampai ke Desa kami Hutajulu, dan itu sudah sangat lama kami cita-citakan. Kami sangat bangga dengan Bapak, karena sudah mendengarkan kerinduan kami,” ungkapnya bangga.

BACA JUGA: Perjuangan Bupati Nikson Berhasil, Masyarakat Terima SK Hutan Adat

Baca Juga:  Rombongan Touring Korem 023/KS Peduli Korban Gempa Taput

Dia pun masih berharap kepada Bupati, untuk perbaikan jembatan yang masih darurat di desa mereka, karena jembatan itu juga akses yang dilalui anak-anak mereka ke sekolahnya.

“Demi keselamatan anak-anak kami warga Hutajulu, kami mohon kiranya Bapak segera membenahi jembatan kami dan jalan yang dibuka bisa secepatnya diaspal,” pintanya.

Pelatihan Pupuk Organik

Tim Terpadu Percepatan Pembangunan Tapanuli Utara, Sofyan Simanjuntak beserta tim mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik di Desa Hutajulu. Kepada peserta Bupati meminta agar semangat belajar dan mengikuti pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini sangat perlu dan bermanfaat agar kita tidak tergantung dengan pupuk kimia. Memang tidak mudah, tetapi kita bisa menghasilkan pertanian yang sehat, alami, dan tidak mahal dengan menggunakan pupuk organik ini. Saya harap para petani jangan menyerah, tetap berproduksi dan mewujudkan Tapanuli Utara menjadi lumbung pangan,” imbau Nikson menyemangati. (ril)