Bupati Nikson Berikan Kuliah Umum Tentang Kepariwisataan dan Pengembangan SDM di Taput

Tarutung, 29/7 (Batakpost.com)- Bertempat di Sopo Partungkoan Tarutung, Bupati Nikson Nababan memberikan kuliah umum tentang Kepariwisataan dan Pengembangan SDM di Tapanuli Utara, Jumat (29/7).

Kuliah umum yang diselenggarakan Akademi Pariwisata ULCLA itu dihadiri oleh Civitas Akademik dari AKBID Tarutung, IAKN Tarutung, Para Kepala Sekolah, Pelaku UMKM, Pokdarwis, Pelaku Pariwisata, Perangkat Desa, HPI Taput dan masyarakat.

BACA JUGA:Pemkab Taput Bersama Kodim Uji Coba Kentang dan Jagung Organik

Dalam paparannya Bupati menjelaskan, bahwa Pariwisata adalah aspek yang sangat penting yang dapat memberikan berbagai manfaat positif. Hal ini selaras dengan salah satu misi pemerintah Tapanuli Utara (Taput) yaitu Meningkatkan Destinasi Wisata Melalui Pengembangan Wisata Alam, Budaya, Rohani dan Agrowisata.

Dalam memajukan Pariwisata Tapanuli Utara Pemerintah perlu berkolaborasi dengan Pelaku Pariwisata untuk mengembangkan objek tujuan wisata dan sumber manusia yang terampil.

Nikson menegaskan, dalam mewujudkan Kepariwisataan bukan hanya tugas pemerintah saja dibutuhkan sinergitas dan interkoneksi dalam konsep pentahelix, atau multi pihak yang menggabungkan berbagai pihak pelaku wisata yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha industri wisata, media, komunitas atau masyarakat dalam pengembangan potensi wisata dan kawasan desa yang mengedepankan kearifan lokal dan bersumber daya lokal.

Menurutnya, terdapat aspek yang yang dikenal dengan 3A (Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas) dan Pendidikan yang menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan wisata di Taput.

Atraksi wisata di Taput kata Bupati memiliki keunikan dan daya tarik khas yang membuat banyak orang tertarik untuk mengunjungi objek wisata di daerah itu.

Dalam mendukung sektor Pariwsata di Taput, Nikson sudah membuka akses jalan ke desa-desa khususnya yang punya potensi wisata seperti Destinasi ke Luat Pahae, Jalan ke Muara dan bahkan Jalan yang mengelilingi Pulau Sibandang.

Tantangan saat ini yang dihadapi Pemerintah ungkap Nikson, adalah sistem kepemilikan. Misalnya akses untuk tingkat Provinsi seperti Aek Sigeaon / Tanggul dan Jembatan Aek Sigeaon dan destinasi wisata yang tidak bisa dikelola langsung oleh Pemda. Namun Bupati tetap berupaya dengan mengajukan usulan ke tingkat Provinsi untuk bisa dikembangkan.

BACA JUGA: Personil Polres Tapteng Gelar Pembinaan Rohani dan Mental

“Besar usulan tersebut ditindaklanjuti secepatnya,” kata Nikson.

Melalui Kuliah Umum ini, Bupati juga berharap para Akademisi agar meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yaitu dengan menciptakan generasi-generasi yang menjadi pelopor dalam meningkatkan dan mempromosikan destinasi wisata di Tapanuli Utara dan juga meningkatkan SDM.

Demikian juga para pelaku usaha, Bupati mendorong mereka untuk menerapkan Hospitality (keramahtamahan) di lingkungan Pariwisata Tapanuli Utara dengan 3S yaitu, Senyum, Sapa, Salam.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Tapanuli Utara Sasma Situmorang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk kolaborasi untuk membangun objek wisata dengan membenahi SDA dan SDM.

Sementara itu Direktur ULCLA Miduk Purba dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa Slogan Pemerintah Tapanuli Utara yang disebut Berakhlak yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan semua sudah ada di Tapanuli Utara dengan Senyum, Sapa, Salam.

“Kita sendiri tahu SDM dan SDA sudah ada di Taput. Dari segi Akademisi saya mendukung gebrakan Bupati Nikson Nababan agar Tapanuli Utara semakin maju dengan bertambahnya Universitas Negeri Umum Tapanuli Raya,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa pimpinan OPD Taput. (ril)