Berita UtamaTapanuli Tengah

Herman Hulu Soroti Alun-alun Kota Pandan, Jogging Track, Lampu Jalan Lingkar Kota yang Tak Terurus

×

Herman Hulu Soroti Alun-alun Kota Pandan, Jogging Track, Lampu Jalan Lingkar Kota yang Tak Terurus

Sebarkan artikel ini
Kondisi Alun-alun Kota Pandan pada Kamis (30/7/2026) malam yang tampak gelap akibat dua unit LPJU mati dan Lampu tulisan Alun-alun Pandan yang sudah tidak hidup lagi. Fraksi Gerindra DPRD menyoroti kondisi ini di Paripurna Ranperda APBD Pertanggungjawaban Tahun 2025, Kamis (30/7/2026). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapteng, 31/7 (Batakpost.com)– Dalam pandangan akhir Fraksi Gerindra pada Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tapteng Tahun 2025, Kamis (30/7/2026), Ketua Fraksi Gerinda Deni Herman Hulu menyoroti keberadaan Alun-alun Kota Pandan, Jogging Track Pandan serta Lampu Jalan Lingkar Kota Pandan yang tidak terawat.

Deni mengaku kecewa atas ketidakpedulian Pemkab Tapteng dalam hal ini Bupati Masinton Pasaribu atas keberadaan aset Pemkap Tapteng tersebut. Padahal aset itu sangat bermanfaat dan telah dirasakan masyarakat fungsinya.

IKLAN
IKLAN

Diungkapkannya dalam Sidang Paripurna tersebut, bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati Masinton telah menetapkan 9 misi pembangunannya, salah satunya; mengembangkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, serta sarana pendukung lainnya. Sementara berdasarkan hemat dari Fraksi Gerindra, sarana prasarana bangunan yang sudah tersedia saja seperti Alun-alun Kota Pandan, Jogging Track, Lampu jalan lingkar Kota Pandan tak terurus.

Padahal Alun-alun itu menjadi tempat ruang publik yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Namun kondisinya saat ini tak terurus. Lampu tulisan Alun-alun Kota Pandan sudah lama mati, LPJU-nya dua tiang mati total, air mancurnya tidak berfungsi, pagar air mancur berhilangan ditambah kamar mandi tidak difungsikan karena jorok.

“Mungkin semua warga Pandan melihat kondisi Alun-alun Kota Pandan saat ini. Dulu fasilitas-nya berfungsi dengan baik dan kebersihannya terjaga. Namun sekarang sudah tidak terawat lagi. Padahal hampir setiap malam apalagi malam liburan tempat itu cukup ramai. Jujur, saya miris melihatnya,” keluh Deni.

Demikian juga dengan kondisi Jogging Track Pandan yang lampunya padam total dan pecah. Ditambah lagi matrasnya sudah robek. Sejak diresmikan Bupati Bakhtiar Mei 2022 tidak ada perawatan. Yang ada justru mengganti cat tembok Jongging Track. Kamar mandinya juga tidak berfungsi ditambah fasilitas tempat sampah tidak tersedia lagi.

“Setiap hari masyarakat ramai berolahraga di Jogging Track Pandan. Namun sangat disayangkan fasilitasnya tidak diperbaiki. Seharusnya itu menjadi perhatian Pemkab Tapteng, karena tidak semua daerah memiliki faslitas Jogging Track,” kata Deni.

Sama halnya dengan keberadaan lampu jalan lingkar Kota Pandan yang juga tidak terawat. Banyak lampunya yang rusak dan pecah, tetapi tidak diganti. Anehnya, mengganti warna cat tiang lampu-nya ada anggarannya.

“Makanya saya heran, kenapa mengganti warna cat tiang lampu bisa, sedangkan mengganti bola lampu yang rusak tidak bisa. Agak laen memang kutengok Pemkab Tapteng ini,” ketusnya.

Melihat poin tersebut, politisi muda Gerindra itu tidak yakin bahwa 9 misi pembangunan Bupati Masinton terlaksana, sedangkan sarana yang sudah tersedia saja dan berada di inti kota tidak bisa dirawat, konon lagi harus membangun yang baru.

“Ini baru satu contoh kasus, belum lagi yang lain. Atas dasar itulah pada pandangan akhir fraksi kami, Gerindra menolak Ranperda Pertangungjawaban APBD Pemkab Tapteng Tahun 2025 dijadikan Perda, ditambah lagi alasan lainnya,” tukasnya. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW