Sibolga, 15/9 (Batakpost.com)– Dampak kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia asapnya telah sampai ke Kota Sibolga, Sumatera Utara. Akibatnya jarak pandan sudah mulai terganggu meskipun tidak begitu tebal. Hanya saja dampak kabut asap ini telah menganggung terhadap masyarakat.
Guna mengantisipasi hal yang lebih serius, Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat Kota Sibolga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap tersebut.
Salah satu dampak yang begitu terasa akibat kabut asap ini adalah gangguan pada pernapasan khususnya bagi para lansia karena adanya penurunan kualitas udara. Paparan asap, terutama dalam waktu yang cukup lama dan apabila mengandung partikel halus, berpotensi mengganggu sistem pernapasan serta meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dinkes Kota Sibolga turut membagi-bagikan masker kepada masyarakat khususnya pengguna jalan. Dinskes juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kualitas udara kurang baik. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan langsung terhadap partikel asap.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu, khususnya yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
Paparan asap dapat memicu maupun memperburuk sejumlah keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, pilek, sakit atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan, sesak napas, serta iritasi pada mata.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta membatasi paparan terhadap kabut asap. Kondisi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan dengan menyesuaikan sirkulasi dan ventilasi berdasarkan kualitas udara di luar.
Apabila udara di luar rumah sedang dipenuhi asap, masyarakat perlu mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Dinkes Kota Sibolga juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama batuk yang tidak kunjung membaik, sesak napas, atau gejala lainnya yang semakin berat.
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemko Sibolga melalui Dinkes terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan asap secara langsung. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah pencegahan, risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, khususnya ISPA, diharapkan dapat diminimalkan. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













