Berita UtamaTapanuli Utara

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Puskemas Sitadatada

×

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Puskemas Sitadatada

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Pengabdian masyarakat di Puskemas Sitadatada. (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Kegiatan Pengabdian masyarakat adalah salah satu tri dharma perguruan tinggi. Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan. Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu.

Masa nifas merupakan masa sebelum persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali keadaan tidak hamil yang normal. Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6-12 minggu.

IKLAN
IKLAN

Sasaran dalam pengabdian ini adalah ibu nifas yang ada di Puskesmas Sitadatada sebanyak 30 ibu nifas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melibatkan ibu nifas, keluarga, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan secara aktif dalam proses edukasi, demonstrasi, praktik, dan evaluasi. Dengan pendekatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu nifas dalam menerapkan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI).

Kegiatan Pengabdian masyarakat di Puskemas Sitadatada. (Batakpost.com/red)

Hasil pengabdian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilaksanakan tim pengabdi, bahwa implementasi pijat oksitosin pada ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASI. Penyuluhan merupakan suatu media dalam promosi kesehatan yang tujuannya dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang dan ada pengaruh pijat oksitosin dalm meningkatkan produksi ASI, sehingga pijat oksitosin dapat menjadi salah satu alternatif non farmakologis yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya pelaksanaan implementasi pijat oksitosin pada ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASI, pengetahuan ibu nifas secara signifikan meningkat. Diharapkan kepada bidan yang bertanggungjawab di Poskesdes dan Pustu untuk tetap mensosialisasikan secara rutin dalam kegiatan posyandu tentang implementasi pijat oksitosi pada ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASI dan memotivasi ibu nifas untuk semangat dalam melakukan pijat oksitosin sendiri yang dibantu suami dan keluarga serta dukungan dari suami pada ibu nifas dalam meningkatkan produksi ASI. (red)

Baca  Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW