3 Penari Cantik KM Ihan Batak Ini Punya Cita-cita Mulia

Pariwisata154 Dilihat

Samosir- Jika anda berlibur ke Danau Toba dan menyeberang menggunakan Kapal Feri KM Ihan Batak dari Pelabuhan Ajibata Parapat, Kabupaten Simalungun ke Pelabuhan Ambarita, Kabupaten Samosir, maka anda akan berjumpa dengan 3 penari cantik di atas kapal.

Mereka kerap tampil menyunguhkan hiburan dengan tarian atau Tortor Batak Toba dan juga Tortor Simalungun.

Penampilan mereka cukup memukau dengan balutan kostum dan Ulos Batak. Mulai dari Sor Tali (ikat kepala), Ulos (selendang tenun), dan juga ikat pinggang yang terbuat dari bahan Ulos menambah kecantikan ketiganya.

Baru-baru ini batakpost.com mewawancarai ketiganya ketika bertolak dari Pelabuhan Ambarita menuju Ajibata. Kebetulan jadwal tampil mereka belum tiba, sehingga ada waktu untuk wawancara.

BACA JUGA: Damri Siap Antar Wisatawan ke Danau Toba, Tiketnya Murah Meriah!

Ternyata kegita penari cantik ini masih duduk di bangku SMA dan SMK yang ada di Parapat. Nama mereka adalah, Jenita Sitanggang siswi SMA Parapat, Indrayana Simbolon siswa SMA dan Herlina Sitanggang siswi SMK.

Baca Juga:  Atlit Surabaya Juara I Triathlon HJS Sibolga, Sibolga Juara III

Ketiganya mengakui, setiap hari libur akan tampil di atas KM Ihan Batak. Dan mereka sudah terlatih, karena ada yang melatih dan mengkoordinir dari sanggar tari yang ada di Parapat.

“Sebenarnya bukan kami tiga saja penarinya, ada juga kelompok yang lain dari sanggar yang sama. Dan kebetulah hari ini adalah jadwal kami tampil,” terang Jenita yang baru duduk di bangku kelas I SMA.

Adapun tujuan mereka tampil di atas kapal, untuk memberikan hiburan kepada penumpang sekaligus melestarikan budaya berupa Tortor Batak.

Ketiga Penari saat tampil di atas KM Ihan Batak untuk mengibur penumpang dengan rute Pelabuhan Ajibata-Ambarita Pulang Pergi. Ketiga penari ini masih pelajar dan memiliki cita-cita mulia. (Batakpost.com/Jas)
Ketiga Penari saat tampil di atas KM Ihan Batak untuk mengibur penumpang dengan rute Pelabuhan Ajibata-Ambarita Pulang Pergi. Ketiga penari ini masih pelajar dan memiliki cita-cita mulia. (Batakpost.com/Jas)

Untuk saat ini mereka sudah menguasai 10 jenis Tortor termasuk Tortor Simalungun. Dan untuk mengiringi tarian, pihak sanggar memfasilitasi sound system portable dan juga musik Tortor lewat telepon seluler.

Baca Juga:  4 Atlit Karateka Sibolga Yang Berprestasi Ini Akan Diperjuangkan

Biasanya kalau sudah tampil, para penumpang langsung ikut menari, dan tidak sedikit yang menyumbang atau memberikan saweran.

Terkait sumbangan yang terkumpul, merekan akan menyerahkan ke pelatihnya. Karena semua fasilitas mulai dari kostum, make up dan makan, difaslitasi pelatih mereka.

“Berapapun yang dapat, kami serahkan ke pelatih, nanti pelatihlah yang membagi. Karena semua fasilitas yang kami pakai, itu difasilitasi oleh pelatih kami,” ungkapnya.

Ditanya berapa besaran yang dapat dari hasil saweran? Ketiganya mengaku tergantung situasi dan kodisi.

“Kalau lagi ramai penumpang bisa lumayan, tetapi kalau sepi, ya sedikit juga yang menyumbang. Hanya saja kami tetap bersyukur karena kami bisa tampil menghibur dan memperkenalkan budaya Tortor Batak, karena tujuan utama adalah untuk menghibur penumpang,” akunya.

Baca Juga:  Ini Progres Penampakan Patung Yesus di Bukit Sibea-bea

BACA JUGA: Aksi Buru Koin di Danau Toba Jadi Hiburan Tersendiri bagi Penumpang Fery

Tampilnya mereka menghibur di atas KM Ihan Batak, mendapat semangat dan dukungan dari orangtua masing-masing, karena tidak mengganggu jadwal sekolah.

“Orangtua kami sangat mendukung, karena kami tampil saat hari-hari libur, sehingga tidak mengganggu jawal sekolah. Selain itu juga, keberanian dan mental kami semakin terlatih karena banyak bertemu dengan penumpang,” ujarnya lagi.

Ditanya apa cita-cita mereka setelah tamat SMA, menurut Jenita Sitanggang, dia ingin menjadi pengusaha sukses. Sedangkan cita-cita rekannya Indraya Simbolon dan Herlina Sitanggang ingin menjadi dokter.

“Doakanlah bang biar bisa tewujud nanti,” ucapnya.

Tidak lupa mereka bertiga juga menitip pesan kepada generasi muda Batak agar jangan sampai lupa akan budaya Batak dan menjauhi narkoba. (Jas)