Berita UtamaTapanuli Tengah

Momen Haru Saat Pembagian Rapor di SD Nagoya Pandan: Ada Suka dan Air Mata

×

Momen Haru Saat Pembagian Rapor di SD Nagoya Pandan: Ada Suka dan Air Mata

Sebarkan artikel ini
Inilah momen haru dan riang dalam pembagian rapor di SD Nagoya Pandan kelas V (Nagasaki) bersama wali kelas Miss Martalena Tobing, Sabtu (29/6/2026). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapteng, 22/6 (Batakpost.com)– Ada momen menarik dalam acara pembagian rapor di SD Swasta Nagoya Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu (20/6/2026). Di mana ada tangisan sedih dan rasa suka dari para siswa-siswi SD Nagoya.

Khusus di ruangan kelas V yang diberi nama kelas Nagasaki, momen haru antara siswa dengan wali kelas menjadi kenangan istimewa. Di mana para siswa seakan tidak rela berpisah dengan wali kelas mereka.

IKLAN
IKLAN

Adalah Miss Marthalena Lumbantobing, S.Pd, yang dipercaya kepala sekolah menjadi Wali Kelas Nagasaki satu tahun yang lalu. Kebersamaan Miss Martha dengan para siswa kelas V itu ternyata begitu berkesan di hati para siswa, meskipun Miss Martha mengaku tegas dalam mendidik mereka.

Sejak acara pembagian rapor dimulai, tanda-tanda kesedihan dari raut wajah anak-anak Nagasaki sudah terlihat. Bunga Manurung salah satu-nya. Siswi peraih juara III itu matanya sudah berkaca-kaca ketika Miss Martha mengungkapkan kenangan selama satu tahun bersama dengan anak-anak Nagasaki.

“Miss meminta maaf kepada anak-anakku sekalian. Di mana dalam satu tahun ini ada kesalahan Miss dalam mendidik kalian. Miss begitu senang dan bangga bersama dengan anak-anak Miss. Kalian semua anak-anak yang menyenangkan. Tanpa terasa kita harus berpisah, karena di kelas VI bukan Miss lagi yang menjadi wali kelas kalian,” ucap Miss Martha.

Mendengar itulah Bunga dan siswa lainnya semakin haru. Karena menurut mereka Miss Martha sangat baik dan perhatian. “Meskipun Miss Martha tegas, Miss itu berusaha menjelaskan kepada kami maksud dari pelajaran yang tidak kami mengerti,” sebut Parningotan Gultom.

Hal itu tidak ditampik Miss Martha. Di hadapan para orang tua siswa, dia menyampaikan bahwa pemahaman para siswa akan pelajaran yang paling utama. Meskipun harus berulang-ulang, dia selalu berusaha supaya anak didiknya mengerti dan paham akan arti pelajaran tersebut.

“Komitmen itu selalu saya terapkan Bapak/Ibu kepada anak-anak kita. Saya tidak mau anak-anak kita ini tidak memahami apa yang saya sampaikan. Meskipun harus berulang, saya akan jelaskan kepada mereka sampai mereka bisa mengerti,” ucap Miss Martha.

Miss Martha saat membagikan rapor kepada Parningotan  Gultom didampingi orang tuanya, Sabtu (20/6/2026) di SD Nagoya Pandan. (Batakpost.com/red)

Diakuinya, selama menjadi Wali Kelas Nagasaki, begitu banyak kenangan. Bahkan banyak di antara siswa yang meminta agar dirinya tetap menjadi wali kelas Nagasaki meskipun mereka sudah kelas VI.

“Miss pun senang-nya kalau Miss bisa menjadi wali kalian di kelas VI. Tetapi sesuai aturan, Miss tetap menjadi Wali Kelas V. Yakinlah anak-anak Miss, Miss akan tetap perhatikan dan pantau kalian meskipun Miss bukan wali kelas kalian lagi,” ucapnya.

Usai membagikan rapor, tibalah saatnya untuk bersalaman. Di momen ini kembali para siswa menunjukkan rasa sayangnya kepada Miss Martha dengan memeluk erat dan mencium tangannya.

Gilbert Purba yang berhasil mempertahankan Juara II tahun ini, tak sanggup membendung rasa tangisnya. Dengan erat dia memeluk Miss Martha sembari sesenggukan. Miss Marthapun berkali-kali menenangkan Gilbert. Dari cara Gilbert memeluk, dia ingin menyampaikan tak ingin berpisah dari guru kesayangannya itu.

Berbeda dengan Parnigotan Gultom. Dia tampak riang dan memeluk erat Miss Martha. Bagi Parningotan sosok Miss Martha adalah guru yang hebat, tegas dan menyenangkan.

“Miss Martha itu baik dan tegas. Saya juga sering pinjam ponselnya menghubungi orang tuaku biar dijemput setiap pulang sekolah,” katanya. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW