Berita UtamaTapanuli Tengah

Masyarakat Korban Banjir Kembali Demo ke Kantor Bupati Tapteng: Minta Masinton Temui Warga

×

Masyarakat Korban Banjir Kembali Demo ke Kantor Bupati Tapteng: Minta Masinton Temui Warga

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Tapteng yang menjadi korban bencana banjir menggelar aksi demo bersama mahasiswa ke Kantor Bupati Tapteng menanyakan kenapa bantuan bencana tidak mereka terima, Rabu (17/6/2026). (Batakpost.com/red)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tapteng, 17/6 (Batakpost.com)– Kembali masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara, yang menjadi korban bencana banjir yang terjadi pada tanggal 25 November 2025 lalu, melakukan aksi demo ke kantor Bupati Tapteng di Pandan, Rabu (17/6/2026) pagi.

Kedatangan masyarakat ini untuk meminta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menemui mereka dan menjelaskan kenapa mereka tidak mendapat bantuan bencana. Sementara warga yang tidak korban bencana mendapat bantuan dan sudah cair berkali-kali. Namun mereka yang benar-benar menjadi korban, sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan bencana.

IKLAN
IKLAN

“Ada apa ini Pak Bupati, kenapa hingga sekarang sudah 7 bulan setelah bencana kami tidak mendapat bantuan? Kenapa Bapak pilih bulu. Kami mau Bapak datang menjumpai kami masyarakatmu ini Pak Bupati,” teriak orator saat memulai aksi demo di depan pagar kantor Bupati.

Perwakilan masyarakat korban banjir dalam orasinya meminta agar Bupati benar-benar berpihak kepada masyarakat yang menjadi korban banjir. Mereka tak habis pikir kenapa hingga sekarang tak mendapat bantuan, padahal yang nyata-nyata yang bukan korban banjir mendapat bantuan berturut-turut.

“Tetangga kami jelas-jelas mendapat bantuan jaminan hidup, bantuan rehap rumah, bantuan stimulan, sementara kami satu kalipun belum pernah mendapat bantuan. Padahal sudah berkali-kali didata. Kami jadi heran, mau dikemanakan data-data kami itu hingga sekarang sudah 7 bulan tak ada kejelasan,” teriaknya.

Perwakilan dari mahasiswa juga mempertanyakan hal serupa. Menurutnya warga yang menjadi korban banjir menuntut apa yang menjadi hak mereka bukan untuk mengemis. Mereka memang layak untuk mendapatkan bantuan karena menjadi korban. Namun yang terjadi adalah pembiaran dengan memberikan janji-janji manis dari Pemkab Tapteng.

Para ibu-ibu korban bencana banjir dan logsor Tapteng turut ikut dalam aksi demo di depan kantor Bupati Tapteng, Rabu (17/6/2026),  yang meminta kejelasan kapan bantuan bencana dicairkan, karena mereka sudah bolak-balik didata tapi tak jelas pencairan bantuan. Pahdahal menurut mereka sudah 7 bulan bencana bantuan seperti Jadup, Stimulan, Rehap Rumah dan lain-lain berlum pernah mereka terima. (Batakpost.com/red)

“Kenapa warga didata terus, tetapi tidak ada kejelasan. Harusnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam hal ini Bupati Masinton gerak cepat dan mendesak pemerintah pusat untuk mengucurkan bantuan tersebut jika memang kendala itu di pemerintah pusat. Tetapi kalau kendala itu di Pemkab Tapteng, Masinton harus jujur kepad masyarakat jangan hanya memberikan janji-janji sabar saja,” ucap mahasiswa.

Ditambahkannya, bahwa ada tangisan anak-anak korban banjir yang membutuhkan dana untuk kebutuhan mereka. Untuk itulah mereka datang mendampingi warga menuntut apa yang menjadi haknya.

“Sekali lagi kami meminta agar Bupati Masinton datang menjumpai kami mahasiswa dan masyarak Tapteng yang telah memilih Bapak menjadi Bupati. Inilah kondisi masyarakat yang terdampak banjir hingga sekarang belum mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih menggelar orasi di depan kantor Bupati Tapteng meminta Bupati Masinton menjumpai mereka. Aksi ini berlangsung di bawah pengamanan pihak kepolisian dan Satpol PP.

Untuk diketahui, bahwa aksi serupa juga sudah dilakukan masyarakat dan mahasiswa pada bulan April 2026 lalu dan tidak ada hasil. (red)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW