Tapteng, 17/6 (Batakpost.com)– Akhirnya Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menjumpai masyarakat pengunjuk rasa dari korban bencana dan longsor yang menggelar aksi damai pada Rabu (17/6/2026) siang, di depan Kantor Bupati Tapteng.
Meskipun awalnya informasi dari perwakilan Pemkab Tapteng menyebutkan bahwa diwaktu yang bersamaan Bupati Masinton sedang melaksanakan tugas.
Menurut perwakilan dari Pemkab Tapteng, bahwa terkait bantuan jaminan hidup (jadup) tahap II yang jumlahnya 16 ribu lebih, sudah berada di kantor pos pusat. Itu adalah informasi terkini dari Kementerian Sosial.
Demikian juga dengan data jadup tahap III yang jumlahnya 18 ribu lebih, sudah disampaikan ke BNPB dan Kementerian Sosial.
Sementara itu Bupati Masinton dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maafnya atas keterlambatan penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya hal itu bukan disengaja melainkan ada data yang tidak jelas sehingga ditolak sistem. Selain itu juga, keterlambatan turut didukung faktor lambatnya kinerja pegawai Pemkab Tapteng.
Disampaikan Masinton, sejak awal bencana pendataan sudah dilakukan sebaik mungkin dan memproritaskan para korban dan warga yang terdampak. Namun ternyata ada data yang tidak sinkron seperti NIK, KK, Lokasi, sehingga sistem secara otomatis menolak.
Untuk itulah dilakukan pendataan kembali untuk tahap II yang datanya sudah berada di pusat. Agar tidak ada lagi yang terlewatkan kata Masinton, maka dilakukan pendataan tahap III.
“Soal keinginan masyarakat agar semuanya cepat berproses, itu juga yang saya inginkan. Tetapi dalam kondisi normal saja pegawai ini lambat bekerja apalagi dalam kondisi bencana. Makanya sering saya marah-marahi para OPD ini. Saya bilang kalian lambat, padahal kalian bekerja digaji untuk melayani masyarakat,” kata Masinton.
Selanjutnya Baca: Soal tuntutan…













