Teknologi

Kecerdasan Buatan (AI) Generatif Semakin Mendominasi Tempat Kerja di Indonesia

100
×

Kecerdasan Buatan (AI) Generatif Semakin Mendominasi Tempat Kerja di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kecerdasan Buatan (AI) Generatif Semakin Mendominasi Tempat Kerja di Indonesia
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 12/6 (Batakpost.com) – Kecerdasan buatan (AI) generatif telah menjadi alat kerja penting bagi pekerja kantoran di Indonesia, tidak hanya untuk generasi muda, tetapi juga bagi generasi yang lebih tua. Hal ini terungkap dari laporan terbaru Microsoft yang berjudul Work Trend Index 2024. Dalam survei yang melibatkan 31.000 orang di 31 negara, Microsoft menemukan bahwa 92% pekerja kantoran di Indonesia telah menggunakan AI generatif di tempat kerja, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata global (75%) dan Asia Pasifik (83%).

Selain itu, 92% pemimpin perusahaan di Indonesia juga meyakini pentingnya adopsi AI di tempat kerja. Namun, 48% dari pemimpin di Indonesia mengaku khawatir karena perusahaannya belum memiliki rencana dan visi untuk adopsi AI.

“Tapi ini kalau kita bandingkan dengan negara Asia Pasifik dan global, angka ini lumayan rendah,” kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir dalam media briefing di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

“Artinya apa, lebih banyak pemimpin perusahaan yang sudah memiliki rencana. Jadi dibandingkan dengan negara lain di Indonesia jauh lebih baik,” tambahnya.

Dalam konteks kekhawatiran tersebut, Microsoft mendeteksi munculnya fenomena ‘Bring Your Own AI’ atau BYOAI, di mana karyawan membawa perangkat atau solusi AI mereka sendiri ke tempat kerja karena tidak disediakan oleh perusahaan.

Tren ini tidak hanya dilakukan oleh karyawan muda tetapi juga oleh yang sudah senior. Berdasarkan data global Microsoft, 85% karyawan Gen Z membawa teknologi AI sendiri ke tempat kerja, diikuti oleh millennial (78%), Gen X (76%), dan Boomer (73%).

“Angkanya relatif sama ya, tidak ada perbedaan yang signifikan. Jadi semua golongan usia dan semua tingkatan senioritas dalam perusahaan juga memiliki tren yang sama yaitu membawa aplikasi AI ke dalam dunia kerja,” jelas Dharma.

Microsoft juga mendeteksi kemunculan fenomena ‘AI Power Users’, kelompok yang familiar dengan AI dan sering menggunakannya hingga beberapa kali dalam seminggu. Di Indonesia, 93% power user menggunakan AI untuk memulai hari kerja mereka dan 94% menggunakannya untuk mempersiapkan hari kerja esok harinya.

Tidak hanya itu, 73% power user di Indonesia juga lebih tertarik untuk bereksperimen dengan AI, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global (68%) dan Asia Pasifik (51%).(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300