Toba, 4/11 (BatakPost)– Tak mau kecolongan inflasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Toba bergerak cepat. Sebanyak 2,2 ton benih bawang merah digelontorkan untuk 14 kelompok tani (Poktan) di 7 kecamatan.
Penyaluran bantuan dari APBD Toba 2026 ini dilakukan di Kantor Dinas Pertanian Toba, Selasa (3/11/2026). Kepala Dinas Pertanian Toba, Lena Pardede, menjelaskan bantuan diberikan sesuai luas lahan yang diajukan, sekitar 150-200 kg per kelompok. “Bawang merah ini komoditas unggulan kita. Harapan kami, bantuan ini benar-benar ditanam, bukan disimpan. Ke depan kita ingin petani Toba jadi penangkar benih sendiri, tidak tergantung dari luar,” tegas Lena.
Kenapa Bawang Merah?
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Toba, Samuel Lumbanraja, blak-blakan. Bawang merah adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di Toba. “Ini bagian dari rencana aksi pengendalian inflasi daerah. Kalau stok bawang aman, harga stabil, inflasi terkendali. Petani diminta segera tanam agar panennya pas momen Nataru hingga Lebaran, saat kebutuhan pasar tinggi,” ujarnya.
Yang bikin petani makin tenang, Pemkab Toba tidak hanya kasih benih lalu lepas. Lewat program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab siap bantu pemasaran. Jika petani kesulitan jual, Pemkab akan carikan offtaker (kepastian pasar) atau pembeli siaga, bahkan siapkan angkutan menuju lokasi penampungan lewat program klaster kemitraan.
“Petani fokus tanam yang bagus, urusan pasar kami bantu,” tambah Samuel. 14 Poktan penerima berasal dari kecamatan sentra bawang: Balige, Parmaksian, Porsea, Sigumpar, Tampahan, Silaen, dan Laguboti.Turut hadir Sekretaris Dinas Kominfo Toba, Pintor Napitupulu. (red/Kominfo)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW



















