Sibolga, 28/7 (Batakpost.com)– Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga kembali menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bukti keterbukaan PPN Sibolga menerima saran dan masukan dari masyarakat, nelayan, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan pengguna jasa PPN Sibolga, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini dilangsungkan di Aula PPN Sibolga yang dihadiri para pelaku usaha, organisasi nelayan, pengurus kapal, akademisi, media, tokoh masyarakat, dan petugas pelayan PPN Sibolga dan BPJS Ketenagakerjaan cabang Sibolga.
Dalam sambutannya Kepala Pelabuhan (Kalabuh) PPN Sibolga, Irvan Armana menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta FKP yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan PPN Sibolga.
Lewat FKP ini Kalabuh mengharapkan masukan dari stakeholder terhadap pelayanan PPN Sibolga sebagai upaya peningkatan dari tindaklanjut survey pelayanan PPN Sibolga kepada masyarakat khususnya pengguna jasa PPN Sibolga.
“Untuk status pelayan publik di PPN Sibolga ini kita mendapatkan kategori A (pelayanan prima). Tentu status ini berkat dukungan dari seluruh pengguna jasa pelayanan PPN Sibolga,” kata Irvan.
Irvan menyebutkan, bahwa PPN Sibolga secara berkala melakukan survey kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Hingga periode triwulan pertama dan kedua Tahun 2026, PPN Sibolga meraih nilai A hasil survey kepuasan.
Selain melakukan survey berkala, FKP juga bertujuan untuk menghasilkan solusi dan kesepakatan bersama terkait persoalan atau kendala yang dihadapi pengguna jasa PPN Sibolga.
Meskipun pelayanan dari PPN Sibolga sudah meraih kategori A, PPN Sibolga terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan. Salah satunya Inovasi Showroom “SAMOSIR” Hardware Optimized With Integrate Room. Di mana kata “SAMOSIR” merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi dan Monitoring Aktivitas Kapal Perikanan.
Dengan sistem berbasis teknologi digital ini, PPN Sibolga dapat memantau aktivitas kapal dan memberikan pelayanan secara cepat dan akurat. Dalam aplikasi “SAMOSIR” berbagai fitur yang sifatnya memudahkan pelayanan tersedia. Mulai dari pusat kapal, data, manajemen kapal, kedatangan kapal, penimbangan ikan, jasa, laporan, dan faq.
“Kami dapat memantau aktivitas kapal-kapal yang bersandar di tangkahan, karena 90 persen aktivitas kapal berada di 38 tangkahan yang ada di Sibolga. Jika secara manual, kami tidak bisa memantau keseluruhan akibat keterbatasan SDM. Dengan adanya layanan “SAMOSIR”, kami bisa memantau aktivitas di masing-masing tangkahan demikian juga dengan layanan lainnya secara cepat, mudah, transparan dan akuntabel,” beber Irvan seraya menambahkan bahwa peningkatan inovasi tersebut tuntutan dari Permen KP 17/2024.
Usai pemaparan dari Kalabuh, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk menerima masukan dan saran dari peserta FKP. Berbagai saran masukan serta dukungan disampaikan peserta yang direspons positif oleh PPN Sibolga.
Di akhir acara, Kalabuh membacakan maklumat kesanggupan melaksanakan tugas dan layanan di PPN Sibolga. (Jasgul)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













