Awalnya kata Ester, pasien itu datang ke Puskesmas Tukka untuk memeriksakan kondisi kehamilannya untuk mendapatkan penjelasan kapan akan melahirkan. Namun setibanya di Puskesmas Tukka, tiba-tiba ibu tersebut melahirkan di teras Puskesmas.
“Melalui kesempatan ini kami membantah kabar yang menyebutkan bahwa ibu tersebut tidak mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tukka, karena pegawai kita Bidan Kasih yang tinggal dekat Puskesmas itu langsung menolong dengan cara membawa ke dalam Puskesmas. Jadi, plasenta-nya lahir di Puskesmas dan proses pemotongan tali pusar langsung ditangani di dalam Puskesmas juga,” bebernya.
Diapun menyebutkan bahwa kondisi bayi perempuan yang lahir itu beratnya 3 kg dengan kondisi sehat sama sepertinya ibunya. Bayi perempuan itu merupakan anak kedua dari istri kedua Aro’oli Laila.
“Jadi petugas kita langsung bertindak cepat melakukan tindakan menolong persalinan ibu tersebut. Dan setelah dilakukan observasi, pasien disarankan supaya tinggal di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Namun pada jam 9 malam pasien minta pulang, karena ada anak kecilnya yang tinggal di rumah. Lalu kita antarkan dengan kendaraan Pusling ke rumahnya,” ungkap Ester mennjelaskan.
Sementara itu Kadis Kesehatan Tapteng Nursyam bersama Camat Tukka, telah datang mengunjungi ibu yang melahirkan tersebut sembari memberikan bantuan keperluan bayi di kediamannya di Bona Lumban.

Nursyam menyampaikan, pada prinsipnya Pemkab Tapteng selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya terutama bidang kesehatan.
Sementara itu Aro’oli Laila, suami pasien mengucapkan terima kasih kepada Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas yang telah memberikan perhatian kepada istri dan anaknya.
BACA JUGA: Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora Bantu Pelaku Usaha Kuliner
“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan dari Puskesmas Tukka, sehingga istri dan anak saya bisa sehat. Mohon jangan ada lagi isu-isu yang lain, karena semuanya sudah terlayani dengan baik. Dan ini bukan kelalaian pihak Puskesmas, ini kelalaian kami,” ucap Aro. (red)