Dinas Kesehatan Tapteng Bantah Terlantarkan Ibu Melahirkan di Teras Puskesmas

Tapanuli Tengah1370 Dilihat

Tapteng, 30/11 (Batakpost.com)- Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bantah menelantarkan seorang ibu yang melahirkan di depan teras Puskesmas yang ada di Kecamatan Tukka.

Menurut Kadis Kesehatan Nursyam didampingi Kadis Kominfo Darwin Pasaribu, dan Kepala Puskesmas Tukka, dr Ester Surbakti menjelaskan, bahwa video yang beredar itu bukan karena diterlantarkan Puskesmas atau tim medis yang ada di Puskesmas Tukka.

“Ibu yang melahirkan itu bernama Yetina Hulu (21) warga Bona Lumban Lingkungan V, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu (26/11/2022) sore. Hanya saja videonya baru beredar kemarin,” kata dr Ester Surbakti, Rabu (30/11/2022) di Kantor Dinas Kesehatan Tapteng.

Baca Juga:  Dihari Libur Sekalipun, Tim Satgas TMMD Tetap Semangat Bekerja

BACA JUGA: Partai NasDem Pelopori Kenaikan Gaji Aparat Desa di Tapteng dari Rp750 Ribu jadi Rp 2 Juta

Ester menjelaskan, insiden tersebut berawal ketika Yetina Hulu bersama suaminya Aro’oli Laila (40) datang ke Puskesmas Tukka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mereka datang menggunakan sepeda motor. Namun setibanya di Puskesmas Tukka, ternyata pelayanan kesehatan sudah tutup. Tiba-tiba di teras Puskesmas itu terjadilah proses persalinan.

“Mereka tiba di Puskesmas sekitar pukul 15.30 WIB, sementara hari Sabtu jam pelayanan Puskesmas sampai pukul 13.30 WIB,” terang dr Ester.

Baca Juga:  Satgas TMMD dari Koramil Barus Gelar Komsos dengan Bidan Desa

Ester menyebutkan, Puskesmas Tukka merupakan Puskesmas non Rawat Inap atau Rawat Jalan. Jadi jam pelayanan pada hari Senin-Jumat sampai pukul 14.00 WIB. Sedangkan untuk hari Sabtu waktu pelayanan kesehatan hanya sampai pukul 13.30 WIB.

Ester menyampaikan, pasien Yetina belum pernah memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas, sehingga datanya tidak ada di Puskesmas tersebut.

BACA JUGA: Untuk Pertama Kalinya di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Sibolga Hadir Rumah JKN

“Ibu itu mengaku gak tau kalau dia sudah hamil, namun setelah kondisi kehamilannya telah besar dan mau melahirkan, baru dibawa ke Puskesmas. Dan selama 3 bulan ini mereka berada di Pulau Nias, dan baru sampai di Tukka pada Sabtu pagi,” bebernya.