Jakarta, 3/9 (Batakpost.com)– Segala upaya dilakukan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom untuk membangun Kabupaten Samosir dalam berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Di mana sarana kesiapsiagaan kesehatan ini merupakan bagian penting di daerah destinasi pariwisata super prioritas.
Untuk membangun sarana tersebut, tentu anggara APBD dari Kabupaten Samosir sangat terbatas. Untuk itulah Bupati muda ini berangkat ke Jakarta menemui Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, minggu lalu.
Kedatangan Bupati bersama tim-nya disambut hangat oleh Wamenkes di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 4-9, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan ini Bupati mengusulkan kepada Wamenkes anggaran Rp83,4 miliar untuk pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan RI Tahun Anggaran 2027.
Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan fasilitas pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung kesiapsiagaan kesehatan di daerah destinasi pariwisata super prioritas.
“Tujuan kunjungan kami ke Kementerian Kesehatan adalah sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Kesehatan saat peletakan Batu Pertama Gedung Cathlab RSUD dr. Hadrianus Sinaga. Kami menyampaikan sejumlah usulan pembangunan sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Samosir,” ujar Bupati Vandiko kepada wartawan.
Sejumlah usulan yang disampaikan meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan Parbaba; pembangunan Puskesmas Tele di Jalan Raya Tele; penambahan enam unit dental unit di enam puskesmas; pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh puskesmas.
Selain itu, Pemkab Samosir mengusulkan pengadaan lima unit alat pemurnian air di lima puskesmas, empat unit ambulans puskesmas, satu unit mobil surveilans, satu unit mobil promosi kesehatan, serta satu unit mobil Public Safety Center (PSC)
Pembangunan Labkesda memiliki arti penting bagi Kabupaten Samosir. Sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, Samosir tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga harus mampu memberikan dukungan layanan kesehatan kepada wisatawan yang datang.
“Samosir sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan tingkat kunjungan wisata tahun lalu sekitar 2,4 juta, keberadaan Labkesda sangat penting sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Menurut Vandiko, keberadaan laboratorium kesehatan akan memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemeriksaan, pemantauan serta mendukung sistem kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan terintegrasi.
Selanjutnya Baca: Puskesmas Tele…













