Samosir

Bupati Samosir Hadiri Penandatanganan Kontrak Penataan Kawasan Sibea-Bea Tahap II

105
×

Bupati Samosir Hadiri Penandatanganan Kontrak Penataan Kawasan Sibea-Bea Tahap II

Sebarkan artikel ini
Bupati Samosir Hadiri Penandatanganan Kontrak Penataan Kawasan Sibea-Bea Tahap II
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Samosir, 26/6 (Batakpost.com) – Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, didampingi Sekda Marudut Tua Sitinjak, menghadiri penandatanganan kontrak paket pekerjaan penataan kawasan Sibea-Bea tahap II dengan nilai kontrak sebesar Rp 9.503.643.000 yang akan dikerjakan oleh CV. Agung Sriwijaya. Acara penandatanganan ini berlangsung di Kantor Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah III Provinsi Sumatera Utara, Medan, Rabu (26/6/2024).

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan antara pihak CV. Agung Sriwijaya dengan PPK PKP Wilayah III. Pada kesempatan ini, Bupati Samosir juga menyerahkan surat perjanjian pinjam pakai tanah lokasi pembangunan tempat parkir 1 paddock kepada Kepala Balai PPWSU guna mendukung event-event nasional dan internasional. Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai PPW Sumut, Deva Kurniawan Rahmadi beserta jajaran, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Staf Ahli Bupati Rudi Siahaan, Plt. Kadis PUTR Rudimantho Limbong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, dan Kepala Bappeda Litbang Rajoki Simarmata.

Kepala Balai PPW Sumut, Deva Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan penataan kawasan Sibea-Bea akan berlangsung selama 180 hari kalender atau 6 bulan, dengan harapan selesai pada bulan Desember 2024. Beberapa bangunan pendukung wisata Sibea-Bea antara lain pelataran tempat souvenir, foodcourt, pelataran lonceng, dan main gate yang dilengkapi dengan ticket booth. Deva berharap Direktur PKP dan Bupati Samosir dapat bekerja sama agar pembangunan ini selesai tepat waktu.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman yang diwakili oleh Kasubdit Wilayah I Direktorat PKP, Airyn Saputri Harahap, menekankan pentingnya orientasi pada hasil nyata selama proses pengerjaan. Pelaksanaan kegiatan harus mengutamakan 7T (Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Biaya, Tepat Manfaat, Tepat Administrasi, Tanpa Temuan, dan Tanpa Aduan) serta memastikan jaminan mutu pekerjaan konstruksi, estetika, dan aspek kelestarian lingkungan. Airyn juga menegaskan pentingnya menghindari perilaku korupsi dengan sistem No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Lifestyle, serta pelaporan rutin progres pembangunan dan permasalahan di lapangan.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Kepala Balai PPWSU dalam mendukung pembangunan pariwisata di Kabupaten Samosir. “Atas pelaksanaan penandatanganan kontrak penataan kawasan objek wisata Sibea-Bea tahap kedua ini, kami atas nama Pemkab Samosir sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR, khususnya Dirjen Wilayah Permukiman yang terus memberikan perhatian terhadap permohonan dari Pemkab Samosir, terutama dalam peningkatan infrastruktur di Kawasan KSPN Danau Toba,” ujar Bupati.

“Atas bantuan dari Kementerian PUPR ini, kawasan Sibea-Bea sudah menjadi ikon baru di Kabupaten Samosir yang menarik perhatian wisatawan. Kami berharap kepada Kementerian PUPR untuk terus menindaklanjuti permohonan dari Pemkab Samosir. Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, sinergitas antara Pemkab dan Kementerian semakin baik. Kami juga berharap pihak CV. Agung Sriwijaya dapat mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya dan membuat kawasan ini menjadi lebih indah ke depannya,” pungkas Bupati Vandiko T. Gultom.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300