Bupati Nikson Ajak Masyarakat Wujudkan Tapanuli Utara Layak Anak

Tapanuli Utara218 Dilihat

Taput, 29/11 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengajak masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai Kabupaten Layak Anak. Selain itu juga, para pemangku kebijakan diharapkan mampu memenuhi 6 kategori hak anak yang sudah ditentukan untuk mewujudkan Kabupaten Tapanuli Utara Layak Anak.

Demikian disampaikan Bupati Nikson melalui Kepala Dinas PPKBP3A Tapanuli Utara, Donna Situmeang saat membuka Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, di Sopo Partungkoan Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022).

BACA JUGA: Lagi, Perjuangan Bupati Nikson Buahkan Hasil, 10.095 Hektare Lahan TORA di Taput Disetujui Menteri LHK

Disampaikan Donna, adapun 6 kategori hak anak yang harus dipenuhi sesuai ketentuan UNICEF, antara lain:

  1. Menyediakan akses pelayanan kesehatan, pendidikan, air bersih, sanitasi yang sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan.
  2. Menyediakan kebijakan dan anggaran khusus untuk anak.
  3. Menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman sehingga memungkinkan anak dapat berkembang.
  4. Keseimbangan di bidang sosial, ekonomi, dan terlindungi dari pengaruh kerusakan lingkungan dan bencana alam.
  5. Memberikan perhatian khusus pada anak yang bekerja di jalan, mengalami eksploitasi seksual, hidup dengan kecacatan atau tanpa dukungan orang tua.
  6. Adanya wadah bagi anak-anak untuk berperan serta dalam pembuatan keputusan yang berpengaruh langsung pada kehidupan anak-anak.
Baca Juga:  Bupati Nikson: Kita Pertahankan Taput Sebagai Miniatur Pancasila

Dijelankan Donna, bahwa anak adalah golongan yang rentan mendapatkan kekerasan dari sekitarnya. Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh perlindungan. Perlindungan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi tanggung jawab bersama sebagai masyarakat dan pemerintah.

“Kita harus bersinergi, menguatkan tekad dan komitmen mewujudkan masyarakat yang cinta anak dan Kabupaten Tapanuli Utara Layak anak,” jelas Donna Situmeang.

Selain Kepala Dinas PPKBP3A yang menjadi narasumber, juga turut hadir Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, Dandim 0210 Letkol Inf. Hari Sandra yang diwakili Pasi Intel Kodim Sodogoron Situmorang, Kajari Tapanuli Utara Much. Suroyo yang diwakili oleh Kaseksi Tindak Pidana Umum Arpan C. Pandiangan.

Baca Juga:  DPC PDI Perjuangan Tanam 5.100 Bibit Pohon Berbuah

Dalam paparan Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi mengapresiasi para guru yang turut hadir pada kesempatan tersebut.

BACA JUGA: Kunker ke Desa Gontong Garoga, Nikson Janjikan Pembukaan Jalan Harus Tuntas Tahun Ini

Di kesempatan itu Kapolres memberikan paparan Mengenai Bahaya dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

Kapolres berpesan kepada para pelajar, guru dan orang tua yang hadir dalam kegiatan itu agar jangan pernah coba-coba melakukan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga:  Ini Kelebihan Robert Pakpahan, Dirjen Pajak yang Baru

“Pihak Kepolisian dan yang berwajib sangat kewalahan dalam menangani penyalahgunaan Narkoba dan zat adiktif lainnya. Oleh karena itu, kami mengajak semua elemen masyarakat khususnya adik-adik pelajar semua untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya indikasi penggunaan narkoba di sekitar kita,” pesan Johanson Sianturi.

Para pelajar pun tampak antusias mengikuti sosialisasi yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber.

Turut hadir dalam kegiatan itu Pimpinan Perangkat Daerah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID), Forum Anak Tapanuli Utara (Fatut) beserta 100 orang siswa-siswi SMP/SMA dan para guru pendamping. (red)