Washington DC, 4/11 (BatakPost) – Gempa politik terbesar di Amerika Serikat! Partai Demokrat menciptakan sejarah dengan kemenangan telak dalam Pemilu Sela AS, Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Bukan hanya DPR, Senat pun berhasil direbut!
Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump resmi tersingkir dari dominasi Kongres yang mereka kuasai selama 2 tahun terakhir. Kini, kendali penuh DPR dan Senat ada di tangan Demokrat. Artinya: Demokrat bisa menghalangi semua agenda Trump, menyelidiki dugaan korupsi, hingga menggagalkan penunjukan hakim dan pejabat pilihan Trump.
Proyeksi CNN dan CNBC yang dikutip AFP, Rabu (4/11/2026), menunjukkan dominasi mutlak: DPR (dari 435 kursi, butuh 218 untuk mayoritas): Demokrat 220 kursi vs Republik 126 kursi. Senat: Demokrat 53 kursi vs Republik 41 kursi.
Inilah yang disebut “Blue Wave” – gelombang biru Demokrat yang menerjang hingga ke basis paling konservatif Republik. Tujuh kursi Senat Republik berhasil direbut di: North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine.
Beberapa kemenangan yang paling mengejutkan:
- North Carolina: Mantan Gubernur Roy Cooper (Demokrat) kalahkan Michael Whatley, mantan Ketua Komite Nasional Republik pilihan Trump sendiri.
- South Carolina: Dokter anak Annie Andrews kalahkan Darline Graham yang didukung Trump. Padahal Demokrat belum pernah menang Senat di sana sejak 1998!
- Kansas: Pendeta Metodis Adam Hamilton kalahkan petahana Roger Marshall. Ia jadi Demokrat pertama yang jadi Senator Kansas sejak 1932 – 94 tahun lalu!
- Texas – Kejutan Paling Menggemparkan: James Talarico (Demokrat) tumbangkan Jaksa Agung Texas Ken Paxton, sekutu dekat Trump.
Di Pilgub Texas, Gina Hinojosa (Demokrat) juga kalahkan petahana Greg Abbott, mengakhiri dominasi puluhan tahun Republik di Texas.
Kenapa Rakyat AS Marah ke Trump?
Hasil pemilu ini mencerminkan kemarahan mendalam publik AS: Biaya hidup makin mahal, Tarif yang membebani rakyat, Kebijakan perang terhadap Iran yang memicu lonjakan harga BBM, Kebijakan imigrasi yang dinilai terlalu keras.
Trump, yang disebut sudah sangat tidak populer, kini menghadapi 2 tahun terakhir masa jabatannya tanpa dukungan Kongres. Demokrat juga berhasil mempertahankan kursi-kursi penting di Georgia dan New Hampshire.
Dengan Kongres di tangan, Demokrat kini punya senjata lengkap: blokir legislasi Trump, investigasi pemerintahan, hingga jegal penunjukan hakim. Washington kini berubah total. Era dominasi Trump di Kongres resmi berakhir. (int)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW



















