Sibolga, 25/7 (Batakpost.com)- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Sibolga menyatakan dukungan penuh kepada Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, menyusul adanya rencana aksi yang salah satu tuntutannya meminta Wali Kota Sibolga mencopot Denni dari jabatannya.
Ketua GP Ansor Kota Sibolga, Zulfandi Dwi Saputra Jambak, menilai tuntutan tersebut tidak mencerminkan sikap yang objektif dan berpotensi mengabaikan rekam jejak pengabdian seorang aparatur sipil negara.
“Kami menilai tuntutan pencopotan Bapak Denni Aprilsyah Lubis merupakan tuntutan yang tidak berdasar. Beliau selama ini dikenal sebagai sosok birokrat yang berdedikasi, komunikatif, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Tidak adil jika rekam jejak pengabdian tersebut dihapus hanya karena polemik yang sedang berkembang,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut mereka, kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian dari demokrasi. Namun kritik tidak boleh berubah menjadi upaya menjatuhkan seseorang tanpa melihat persoalan secara utuh.
“Demokrasi memberikan ruang untuk menyampaikan pendapat. Tetapi demokrasi juga mengajarkan objektivitas dan keadilan. Jangan sampai tuntutan yang dibangun lebih didasarkan pada opini daripada fakta yang utuh,” katanya.
GP Ansor Kota Sibolga juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang di media sosial.
“Di era digital, kita sering melihat bagaimana potongan informasi atau narasi yang sensasional dapat dengan mudah membentuk opini publik. Karena itu, masyarakat harus lebih cerdas dalam menilai setiap informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu menggambarkan keseluruhan peristiwa,” tegas Zulfandi.
Zulfandi menambahkan bahwa GP Ansor Kota Sibolga berdiri pada prinsip keadilan dan objektivitas.
“Kami mendukung Bapak Denni Aprilsyah Lubis bukan karena kedekatan personal, tetapi karena kami melihat dedikasi dan integritas beliau selama menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah. Kami berharap Wali Kota Sibolga tetap bersikap objektif dan tidak mengambil keputusan berdasarkan tekanan opini maupun tuntutan yang belum tentu mencerminkan kehendak masyarakat secara keseluruhan,” tandasnya. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













