“Saya siap dicopot dari jabatan saya, jika pendataan ini tidak beres,” tegasnya.
Suasana semakin memanas ketika Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi Gerindra, Deni Herman Hulu bersama dengan Ardino Tarihoran dari Fraksi NasDem yang diminta oleh massa untuk ikut bersama mereka ke Kantor Bupati menanyakan kapan Jadup tahap II cair.
Ardiansyah tidak bisa memberikan jawaban. Dia hanya memberikan penjelasan peraturan dari Kemensos terkait pendataan dan siapa penerima bantuan.
Mendengar jabawan dari perwakilan Pemkab Tapeng, warga mencaku kecewa dan menyayangkan Bupati Masinton tidak ada ditempat disaat rakyatnya menyampaikan keluhan yang mereka hadapi, sehingga tidak ada kepastian terkait kapan pencairan Jadup tahap II.
“Jawaban dari mereka (Pemkab) normative semua, dan tidak bisa memberikan kepastian. Seharusnya Bupati Masinton atau Wakilnya Mahmud yang hadir selaku Kepala Daerah bukan menyuruh perwakilannya yang tidak punya kapasitas memberikan kepastian. Inilah namanya Tapteng Naik Kelas dan Adil Untuk Semua,” ketus massa sembari membubarkan diri.
Aksi damai warga bersama mahasiswa ini berlangsung aman dan tertib yang dikawal oleh pihak kemanan dari Polres Tapteng bersama Satpol PP Tapanuli Tengah. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













