Barus, 15/4 (Batakpost.com)- Dua orang warga Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah, Askuddin Simanjuntak dan Ahyuddin Sigalingging mengaku sangat kecewa atas hilangnya nama mereka dari daftar penerima jaminan hidup (jadup) tahap tiga.
Pasalnya nama mereka sudah sempat keluar sebagai penerima tahap 3, namun tiba-tiba nama itu hilang tanpa mereka tahu apa penyebabnya.
Kekecewaan mereka disampaikan lewat media sosial yang ditujukan kepada Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan juga kepada Kepala BPBD Tapanuli Tengah serta Camat Barus. Dalam postingannya, mereka menjelaskan bahwa awalnya nama mereka keluar sebagai penerima jadup tahap 3. Tapi kok bisa tiba-tiba hilang. Bigung kami Bapak Bupati Tapteng dan Bapak BPBD Tapteng, Bapak Camat Barus. Silahkan turun pak lihat rumah saya 5 meter dari bibir Sungai Aek Sirahar. Sedangkan mereka yang tinggal 50 meter sampai 100 meter dari bibir sungai mendapatkan bantuan pemerintah yang dinamakan jadup. Apakah karena saya dan Kawan-kawan yang lain pemilih Kiyedi-Darwin diwaktu Pilkada dulu, menjadi bukan kategori untuk mendapatkan jadub dari pemerintah??? Tulisnya.
Hal senada juga disampaikan kepada wartawan. Mereka tak habis pikir kenapa bisa hilang nama mereka dari daftar.
“Kemarin kami cek ada nama kami keluar di data awal. Saya nomor urut 6 atas nama Maskuddin Simanjuntak dan temannya saya Mahyuddin Sigalingging nomor urut 7. Setelah didaftar final nama kami sudah tidak ada lagi. Kami sangat-sangat kecewa karena kami korban dan rumah kami rusak. Sementara ada yang rumahnya tidak terdampak justru mendapat,” ungkap Maskuddin, Rabu (15/4/2026).
Hal itu sudah mereka tanyakan ke aparat Kecamatan Barus tetapi tidak ada jawaban dan penjelasan. Akhirnya mereka menduga jangan-jangan karena mereka adalah pendukung pasangan Kiyedi-Darwin (KEDAN) saat Pilkada kemarin sehingga nama mereka hilang.
“Wajar kami berpikir demikian, karena kenapa tiba-tiba nama kami hilang dan tidak ada penjelasan dari aparat kecamatan. Untuk itu kami memohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution dan Bapak Menteri agar melihat situasi yang kami alami ini. Kami benar-benar korban banjir dan boleh dicek langsung, tetapi nama kami dihilangkan dari daftar penerima jadub,” bebernya.
Ketua DPRD Tapteng: Jangan Main-main dengan Data
Ketua DPRD Tapanuli Tengah Ahmad Rivai Sibarani turut angkat bicara menyikapi permasalahan yang dihadapi oleh warga Aek Dakka Barus. Diakuinya persoalan itu sudah disampaikan warga kepadanya, mengingat Ketua DPRD tinggal di Barus dan merupakan putra asli Barus.
Dengan tegas Ketua DPRD meminta kepada bagian pendata hingga yang menginput data agar jangan main-main dengan data warga yang menjadi korban. Karena masalah data ini sudah diketahui oleh Menteri Dalam Negeri dan juga Gubernur Sumatera Utara, yang menyebutkan pendataan di Tapteng lamban dan banyak bermasalah.
“Seharusnya dengan situasi seperti ini, tidak ada lagi yang main-main dalam melakukan pendataan karena ini menyangkut bantuan yang disiapkan pemerintah pusat untuk masyarakat korban banjir. Bahkan Pak Menteri Tito dan Pak Gubernur Sumatera Utara meminta gar data para korban secepatnya dikirimkan. Kami akan tindaklanjuti soal keluhan warga ini kenapa tiba-tiba bisa hilang namanya, apakah ada permainan atau masalah suka tidak suka” tegas Rivai. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













