Segenap kru batakpost.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024, Semoga doa dan usaha kita diterima oleh Allah Swt. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
OlahragaSepak Bola

Wakil Ketua Komite Wasit PSSI Jelaskan Sulitnya Menjadi Wasit dalam Diskusi Interaktif dengan Media

209
×

Wakil Ketua Komite Wasit PSSI Jelaskan Sulitnya Menjadi Wasit dalam Diskusi Interaktif dengan Media

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komite Wasit PSSI Jelaskan Sulitnya Menjadi Wasit dalam Diskusi Interaktif dengan Media
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 21/11 (Batakpost.com) – Wakil Ketua Komite Wasit PSSI asal Jepang, Yoshimi Ogawa, memberikan edukasi Laws of The Game (LOTG) kepada media dalam sebuah diskusi interaktif. Ogawa menjelaskan kesulitan menjadi wasit dan mencoba memberikan gambaran situasi sulit yang dihadapi wasit di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Ogawa memutar beberapa cuplikan video yang menunjukkan situasi sulit yang dihadapi wasit, baik dalam pertandingan J.League maupun Liga 1 musim ini. Salah satu contohnya adalah pertandingan antara Vissel Kobe Vs Kashiwa Reysol, di mana seorang pemain Vissel Kobe, Mitsuki Saito, mengalami cedera parah akibat tekel keras yang tidak terdeteksi oleh wasit dan pemain lain.

Advertisement
banner 325x300
Advertisement


“Ini adalah salah satu contoh situasi di mana wasit kadang berada di posisi yang kurang baik untuk mengambil keputusan. Wasit dituntut untuk mengambil keputusan secara tepat dalam situasi yang terjadi begitu cepat,” kata Ogawa.

Ogawa juga menyoroti pertandingan Liga 1 antara PSIS Semarang Vs Persija Jakarta, di mana gol yang dicetak oleh pemain PSIS, Vitinho, tidak disahkan karena offside. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan pemahaman bersama, karena wasit kerap dipojokkan tanpa memahami situasi yang mereka alami saat memimpin laga.

“Dalam ruangan ini pendapatnya beda-beda dan bahkan ragu, tapi kami wasit harus selalu yakin dengan keputusan yang diambil. Kita sama-sama tahu saja. Menjadi wasit itu sulit, menjadi jurnalis itu juga sulit,” ujar Ogawa.

Diskusi ini juga melibatkan beberapa jurnalis yang diminta pendapatnya terhadap situasi yang terjadi dalam video-video yang diputar oleh Ogawa. Tujuannya adalah untuk memahami perspektif berbeda yang dimiliki oleh berbagai pihak yang terlibat dalam dunia sepakbola, termasuk pemain, klub, wasit, media, dan pihak lainnya.

“Ini penting, tapi jangan sampai juga kami terlalu dekat (wasit dan media). Kita sama-sama tahu saja. Pertemuan ini tujuannya untuk sama-sama memahami di antara semua pihak yang terlibat di sepakbola,” katanya.

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS