Gaya Hidup

Tyas Mirasih Merindukan Ibunda Setahun Setelah Kehilangannya

131
×

Tyas Mirasih Merindukan Ibunda Setahun Setelah Kehilangannya

Sebarkan artikel ini
Tyas Mirasih Merindukan Ibunda Setahun Setelah Kehilangannya
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Jakarta, 5/5 (Batakpost.com) – Artis Tyas Mirasih masih merasakan kerinduan mendalam terhadap ibunya, Hedy Ellas, setahun setelah kepergiannya. Hedy Ellas meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sebulan di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.

Tyas Mirasih, yang dikenal sebagai bintang film Marley, mengungkapkan bahwa ia masih sangat merindukan suara ibunya, terutama saat menerima telepon dari beliau. “Saya sangat ingin ibu memanggil lagi, mendengar cara dia berbicara. Itu adalah hal yang sangat kami rindukan, setelah sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali,” ujarnya saat ditemui di studio Rumpi No Secret Trans TV, Jakarta Selatan, kemarin.

Selama setahun ini, Tyas merasa harus beradaptasi dengan keadaan tanpa kehadiran ibunya, terutama pada momen-momen penting seperti bulan puasa, Hari Raya, dan ulang tahun. “Ini sungguh berat bagiku, seperti menjalani puasa, Hari Raya, dan ulang tahun tanpa ibu,” lanjutnya.

Selain merindukan kebersamaan, Tyas juga merasa menyesal karena jarang bertemu dengan ibunya sebelum beliau meninggal. “Aku kadang menyesali bahwa aku tidak sering bertemu dengan ibu. Kadang-kadang ibu bertanya kapan kita akan bertemu. Itulah yang aku ingin diperbaiki, tapi sekarang sudah tidak mungkin,” tuturnya.

Pada Lebaran yang lalu, Tyas merasa sedih karena teringat momen-momen bahagia bersama ibunya. Kehilangan ibu membuat rumahnya tidak lagi menjadi tempat berkumpul bagi keluarga besar. “Biasanya di sini (tempat foto) ada ibu. Biasanya di Hari Raya kita selalu foto bersama. Namun, sekarang tidak ada lagi. Kemarin kami juga tidak membuka rumah karena tidak ada ibu, keluarga tidak lagi berkumpul seperti biasanya,” ungkapnya.

Tyas mengakui bahwa perasaan sedihnya bahkan terbawa ke lokasi kerja. Suaminya, Tengku Tezi, selalu ada untuk menenangkannya. “Saya merasakannya dengan kuat. Namun, mungkin berkat Tuhan, saya memiliki pekerjaan tahun ini yang cukup mengurangi rasa kangen dan kekhawatiran saya. Saat saya hancur, dia hanya bisa diam dan menenangkan saya. Karena saya bisa tiba-tiba menangis, dia tahu,” pungkasnya.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300