Tindak Lanjut Program Urban Farming, BI Sibolga Bagikan 2.500 lagi Bibit Cabai Merah

Sibolga9 Dilihat

Sibolga, 14/9 (Batakpost.com)- Sebagai tindak lanjut Program Urban Farming (usaha pertanian di perkotaan) yang sudah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI Sibolga) kepada PKK Kota Sibolga serta gabungan organisasi wanita pada tanggal 16 Agustus 2022 lalu, kini BI Sibolga kembali membagikan bibit cabai merah dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Hal itu disampaikan Yafi Satryatama selaku Analis Junior Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif Ekonomi Syariah Kantor Perwakilan BI Sibolga ketika dikonfirmasi batakpost.com, Rabu (14/9/2022) lewat telepon selulernya.

“Mulai tadi pagi kita sudah bagikan bibitnya ke masing-masing kelurahan yang ada di Kota Sibolga dan juga kelompok organisasi mitra BI seperti; Dekranasda, Bhayangkari, Persit Korem, Persit Dandim, PIPEBI, IWABA, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, dan MUI,” ujarnya.

BACA JUGA: BI Sibolga Adakan Bimtek Hilirisasi Cabai Merah

Dibagikannya kembali bibit cabai merah itu kata Yafi, karena 1.000 bibit pertama yang dibagikan kepada PKK dan organisasi wanita lintas instansi yang ada Kota Sibolga pada acara Program Urban Farming bulan lalu, hasilnya bagus. Di mana bibit yang dibagikan benar-benar ditanam dan tumbuhnya bagus.

“Karena hasilnya bagus, maka kita bagikan lagi bibitnya. Maka total bibit cabai merah yang sudah kita bagikan sebanyak 3.500 batang. Diharapkan dengan berhasilnya nanti program ini, maka ketergantungan masyarakat Sibolga akan cabai merah dapat teratasi, dan itu akan berdampak terhadap nilai ekonomi masyarakat yang muaranya nanti pada penekanan laju inflasi dari komoditi cabai merah,” ungkapnya.

Dijelaskan Yafi, adapun jenis bibit cabai merah yang 2.500 batang adalah varietas dataran rendah, cocok untuk wilayah Kota Sibolga. Sedangkan yang 1.000 batang yang sudah dibagikan varietas dataran tinggi.

“Dua-duanya kita coba, mana yang lebih bagus hasilnya. Kalau dua-duanya mantap, berarti kedua varietas itu cocok di daerah kita ini,” imbuhnya.

Bibit cabai merah ini didatangkan langsung dari pembibitan UD Nunut yang ada di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

BACA JUGA: Polsubsektor Siatas Barita Dikukuhkan Keamanan Diharapkan Semakin Terjaga

Untuk diketahui, inflasi dari bahan pangan menjadi salah satu yang sangat di rasakan masyarakat pada kondisi saat ini. Secara tahunan, kelompok volatile foods nasional mengalami inflasi sebesar 11,47 persen. Sedangkan inflasi di kota Sibolga sendiri pada bulan Juli 2022 mencapai 6.98 persen. Di mana kelompok volateli foods (kelompok bahan makanan) mengalami inflasi sebesar 15,26 persen.

Angka inflasi ini merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Komoditas hortikultura terutama cabai merah menjadi andil utama inflasi tersebut yang pada bulan Juli 2022 mencapai 0.33 persen.

Oleh karena itu Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan daerah maupun kementerian/lembaga terbaik, melakukan serangkaian penguatan sinergi yang diwujudkan melalui gelaran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). (Jas)