Medan, 27/7 (Batakpost.com)– Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, SH., MH, menegaskan jika dalam sepakan situasi antrean dan penyaluran BBM tidak membaik di Sumatera Utara, maka DPRD Sumut akan mengeluarkan rekomendasi untuk mengevaluasi tim manajemen Pertamina Sumbangut yang bertanggungjawab atas masalah tersebut.
Hal itu ditegaskan Rahmansyah menjawab wartawan di Gedung DPRD Sumut, pada Jumat (24/7/2026).
Menurut politisi muda NasDem itu, masyarakat tidak seharusnya menanggung akibat dari terganggunya distribusi bahan bakar. Dan Pertamina tidak boleh menutup mata terhadap masalah yang sedang terjadi dan perlu mengambil langkah nyata, serta segera untuk memulihkan pasokan agar kembali normal.
“Apapun alasannya, Pertamina harus bertanggungjawab atas terganggunya pendistribusian BBM di wilayah Sumatera Utara ini. Apakah itu penyebabnya karena pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan sopir angkutan BBM atau alasan teknis lainnya. Yang jelas, Pertamina Sumbangut harus bertanggungjawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu sambung Rahmansyah, pihaknya juga menerima laporan mengenai dugaan penyimpangan distribusi BBM. Di mana berdasarkan laporan tersebut ada beberapa truk tangki kedapatan ‘kencing’ dan menyalurkan BBM hasil ‘kencing’ tersebut ke sejumlah kawasan industri.
“Informasi yang kita terima bahwa sejumlah kendaraan tangki ‘kencing’ atau melakukan pengisian sembunyi-sembunyi. Hasil dari BBM yang diisi sembunyi-sembunyi itu dijual ke kawasan industri pada malam hingga dini hari dengan harga subsisi. Akibat permainan itu diduga berdampak terhadap pasokan SPBU,” ujarnya.
Untuk itulah dia meminta PT Pertamina tidak main-main dalam urusan kepentingan umum ataupun masyarakat. Pihaknya tidak segan-segan untuk merekomendasikan evaluasi secara menyeluruh untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Kami adalah perwakilan dari masyarakat. Dan saya sendiri turut merasakan antrean di SPBU hingga 6 jam akibat antrean panjang dampak pendistribusian BBM yang bermasalah ini. Sekali lagi, PT Pertamina jangan main-main karena ini menyangkut kebutuhan orang banyak,” pungkas Rahmansyah. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













