Berita UtamaSamosir

PWI Samosir Gelar Syukuran Pelantikan, Usulkan Pemkab Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Wartawan

×

PWI Samosir Gelar Syukuran Pelantikan, Usulkan Pemkab Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Wartawan

Sebarkan artikel ini
Acara syukuran pelantikan PWI Samosir yang dilangsungkan di di Hotel JTS Parbaba, pada Jumat (14/8/2026). (Batakpost.com/Ist)
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Tumpal menjelaskan, sebelumnya wartawan Samosir tergabung dalam PWI Bona Pasogit yang menaungi empat kabupaten, yakni Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba dan Samosir. Setelah melalui proses administrasi, pemenuhan persyaratan organisasi dan verifikasi, PWI Samosir resmi terbentuk secara mandiri pada 27 Juni 2026.

“Pembentukan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ada proses administrasi, persyaratan organisasi, verifikasi dan perjuangan yang kami lalui,” kata Tumpal.

IKLAN
IKLAN

Ia mengatakan, salah satu persyaratan pembentukan organisasi adalah adanya anggota yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya.

Menurut Tumpal, kompetensi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas profesi wartawan di tengah perubahan ekosistem informasi.

“Menjadi wartawan bukan hanya bermodalkan pena, kamera atau handphone. Ada kompetensi yang harus dimiliki,” ujarnya.

Tumpal menegaskan, keberadaan PWI Samosir bukan untuk sekadar menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Kami ingin wartawan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan melalui fungsi jurnalistik yang profesional,” katanya.

PWI Samosir, lanjut dia, siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Berbagai sektor, seperti pariwisata, pertanian, UMKM, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan, menurutnya, perlu mendapat ruang pemberitaan yang proporsional. Namun, kemitraan tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial pers.

“Kalau ada yang perlu dikritisi, kami juga akan menyampaikannya. Tentunya kritik yang kami sampaikan adalah kritik konstruktif yang berimbang berdasarkan data dan fakta, bukan kritik yang lahir dari kebencian ataupun kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang tidak membutuhkan kritik. Pers, kata dia, dapat menjadi cermin bagi pemerintah melalui pemberitaan yang objektif. Tumpal juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks. Perkembangan media sosial, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kecepatan arus informasi serta maraknya berita palsu menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

“Untuk menghasilkan berita yang benar dibutuhkan wartawan yang kompeten, berintegritas dan terus belajar,” katanya.

Karena itu, PWI Samosir berharap dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas wartawan dapat diwujudkan melalui pelatihan, seminar, workshop dan pengembangan sumber daya manusia sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya Baca: PWI hadir bukan…