Filosofi “Anakkon hi do hamoraon di au” yang memiliki arti Anak adalah kekayaan bagiku, bagi orang Batak Toba sudah tertanam sejak dulu. Dan itu dibuktikan dengan pengorbanan orang tua yang siap berjuang untuk menyekolahkan anaknya.
Kali ini redaksi Batakpost.com mendapat ijin dari pemilik akun facebook Marsillam untuk membagikan bagaimana kuatnya filosofi orang Batak Toba dalam menyekolahkan anaknya.
Adalah Philip Lumbantobing, anak orang Batak Toba pertama yang berhasil menjadi S3 (Doktor) dari Universiteit Utrecht yang terkemuka di Netherlands. Doktor Philip adalah kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara pada tahun 1921.
Philip kuliah S2 dan S3 jurusan Antropologi & Linguistik di Universiteit Utrecht. Sebelum kuliah di Universiteit Utrecht, dia dahulu lulusan Sekolah HIS Kristen dan Sekolah MULO Kristen yang didirikan Zending RMG Jerman di Tano Batak.
Sewaktu sidang promosi doktoralnya pada tanggal 23 Maret 1956, Philip Lumbantobing dengan sangat percaya diri memakai kostum Batak (tatali) atau ikat kepala dari ulos sebagaimana terlihat dalam foto. Ini sebagai bukti bahwa Zending RMG Jerman tidak pernah menghilangkan adat dan tradisi Batak.
Setelah meraih gelar Doktor, Philip Lumbantobing kemudian menjadi Profesor/Guru Besar di beberapa Perguruan Tinggi terkenal di Indonesia, antara lain di Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Hasanuddin Makassar. (red)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













