Karya By: Fawer Full Fander Sihite
Langkah ku, tutur kaki ku,
Melangkah ke perahu kayu.
Bukan untuk menuju maut
Tetapi ingin merayu indahnya danau.
Tubuh ku tidak pakai pelampung,
Kaki ku beralaskan sepatu,
Mana mungkin aku bisa cepat terapung,
karena kaki ku dihempit tumpukan kayu perahu.
Tujuan ku ingin keseberang,
Tetapi aku tidak tahu berenang,
Di tengah indahnya danau, aku mencoba menyelam tetapi aku lupa kalau aku tidak tahu berenang.
Sekarang aku telah menyelam selamanya, ketidaktahuan ku sudah berakhir menjadi kematian.
Ku tidak tahu, mau berkata apa,
Karena aku dan keluarga bukan siapa-siapa.
Ku tidak tau mau menyalahkan siapa, karena kami bukan golongan si kaya.
Jelas tetas air mata ini akan menjadi arti,
tetapi belum tentu berarti,
karena terkadang mereka hanya seperti memadamkan api,
bukan pencegahan terulang lagi.
Nasib ku malang tidak tahu berenang,
Tetapi kuatnya ombak membuat semua melayang,
Seandainya mereka cepat datang,
Aku sudah pasti berada di seberang…oh nasib ku tidak tahu berenang.
Komentar