Mantap, BPJamsostek Cabang Sidimpuan Cairkan Rp 241,3 Miliar Klaim Peserta, dan Jadi Instrumen Pengendalian Kemiskinan

Padangsidimpuan, 21/1 (Batakpost.com)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) atau BPJamsostek telah menyalurkan Rp 241,3 miliar lebih klaim di Kantor Cabang Padangsidimpuan.

Jumlah klaim itu tercatat sepanjang tahun 2022 dari seluruh jajaran operasional 12 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah kerja dari BPJamsostek Cabang Padangsidimpuan.

Terhitung periode 1 Januari hingga 27 Desember 2022 total klaim yang dibayarkan senilai Rp 241.300.731.152. Sebagian besar klaim tersebut disalurkan pada program Jaminan Hari Tua (JHT). Sementara sisanya terbagi pada seluruh program BPJamsostek, yakni Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Beasiswa.

Baca Juga:  Pemkab Tapteng Genjot Pendataan Penerima 10.000 Kartu Jamsostek

Kepala Cabang Kantor BPJamsostek Padangsidimpuan Sanco Simanullang dalam keterangan kepada media ini, Sabtu (21/1/2023) mengungkapkan, perlindungan jaminan sosial merupakan salah satu langkah jitu, mengentaskan kemiskinan.

“Coba kita bayangkan, khususnya para pekerja rentan yang menjadi tulang punggung keluarga, udah miskin, ketimpa musibah, siapa yang bantu?,” tutur Sanco.

Maka, program BPJamsostek oleh pemerintah, kini telah dijadikan salah satu instrumen untuk mengendalikan kemiskinan.

“Begini, ketika pekerja terkena risiko meninggal dunia, bagaimana nasib keluarganya?. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka bisa dapat santunan, biaya pemakaman hingga beasiswa untuk anak-anak mereka. Paling tidak ekonomi keluarga yang ditinggalkan tidak tiba-tiba miskin,” ujar Sanco.

Baca Juga:  Gempa 5,7 SR Berpusat di Sidempuan

Strategi Pengentasan Kemiskinan lanjut dia, dapat dilaksanakan oleh Pemerintah yang dibagi menjadi dua bagian besar, pertama melindungi keluarga dan kelompok masyarakat yang mengalami kemiskinan sementara, dan kedua membantu masyarakat yang mengalami kemiskinan kronis dengan memberdayakan dan mencegah terjadinya kemiskinan baru.

“Strategi itu dapat dibagi dalam tiga program yang langsung diarahkan pada penduduk miskin,” jelas  pria berkacamata.

Ketiga program itu, tutur Sanco, Pertama penyediaan kebutuhan pokok; Kedua pengembangan budaya usaha; Ketigapengembangan sistem jaminan social.

Baca Juga:  Mantan Ketua PWI Sumut H Hermansjah Tutup Usia

“Nah point terakhir ini, pengembangan sistem jaminan sosial terus kita dorong, guna membantu pemerintah,” imbuh dia.

Klaim naik…