Kajari Sibolga Bekali Cara Bermedia Sosial dan Sanksi Hukumnya

Tapanuli Tengah159 Dilihat

Pandan, 13/7 (Batakpost.com)- Hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Siswa Baru Tahun Pendidikan 2022/2023 SMA Negeri 1 Matauli Pandan, yang dilangsungkan di Gymnasium Matauli, Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berjalan lancar.

Kali ini yang menjadi narasumber dalam pembekalan ini adalah Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Irvan Paham PD Samosir, SH, MH, yang diwakili oleh Kasi Intel Robinson Sihombing, SH, MH, dengan materi “Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Serta Sanksi Hukumnya”.

Di hadapan 411 siswa/i baru, Kasi Intel memaparkan secara gamblang bagaimana menggunakan  media sosial serta dampak positif dan negatifnya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Bangga Dengan SMAN Matauli Pandan

Diakuinya, bahwa dampak positif dari Media Sosial (Medsos) sangat banyak, terutama dalam mendapatkan informasi dan berita yang cepat. Hanya saja dampak negatifnya juga banyak, jika salah menggunakan.

Untuk itulah, Robinson mengajak para siswa agar bijak dalam bermedia sosial, karena ada dampak negatif atau dampak pidananya jika salah menggunakan medsos.

Baca Juga:  SMA Negeri 1 Matauli Pandan Adakan Tes Samapta A dan B Untuk Cek Kesiapan Fisik Siswa

“Peraturan mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). UU 19 Tahun 2016 merupakan perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 berisi tentang aturan informasi dan transaksi elektronik di Indonesia,” terangnya, Rabu (13/7).

Seiring dengan meningkatnya pengguna internet, khususnya media sosial, lanjutnya, bermunculan banyak kasus terkait informasi dan transaksi elektronik. Ledakan kasus terjadi pada tahun 2014 pada masa pemilu Presiden. Hal inilah yang melatarbelakangi perubahan dalam UU ITE.

Kasi Intel Robinson Sihombing, SH, MH, bersama dengan Ketua Yayasan Matauli Pandan Fitri Krisnawati Tandjung, B.Sc, Kepala Sekolah SMAN 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan, SP.d, MM, didampingi Guru Matauli foto bersama. (Batakpost.com/Humas SMAN 1 Matauli Pandan.)

Dia juga memaparkan tentang larangan terhadap penggunaan informasi dan transaksi elektronik dalam Undang-undang termuat dalam pasal 27-37 UU ITE, di antaranya; Mendistribusikan dokumen elektronik bermuatan asusila, perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan, dan pengancaman (pasal 27). Mendistribusikan berita bohong atau hoax kepada masyarakat terkait suku, agama, ras antar golongan (pasal 28).

Baca Juga:  2 Lagi Anak Tapteng dari SMA Matauli Akan Kuliah di Universitas Terbaik Luar Negeri Jalur Beasiswa

Menyebarkan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti (pasal 29). Mengakses, mengambil, dan meretas sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun (pasal 30). Melakukan intersepsi atau penyadapan terhadap sistem elektronik milik orang lain dari publik ke privat dan sebaliknya (pasal 31). Mengubah, merusak, memindahkan ke tempat yang tidak berhak, menyembunyikan informasi atau dokumen elektronik, serta membuka dokumen atau informasi rahasia (pasal 32). Mengganggu sistem elektronik (pasal 33). Menyediakan perangkat keras atau perangkat lunak, termasuk sandi komputer dan kode akses untuk pelanggar larangan yang telah disebutkan(pasal 34). Pemalsuan dokumen elektronik dengan cara manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, dan pengrusakan (pasal 35).

Atas pemaparan itu, para siswa baru semakin memahi akan aturan dan tata cara bermedia sosial yang baik dan benar. Hal itu ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari para siswa.

Baca Juga:  Basarnas Hentikan Proses Pencarian Korban Yang Hilang Terbawa Arus Laut

Di kesempatan itu, Kasi Intel Kajari Sibolga memuji potensi unggul yang dimiliki siswa SMAN 1 Matauli Pandan. Dan menurut dia, pontensi itulah yang membedakan lulusan SMAN 1 Matauli Pandan dengan lulusan SMA yang lain.

BACA JUGA: Dibekali Wawasan Kebangsaan Cinta Tanah Air dan Motivasi Sekolah Kedinasan AAU

“Banyak alumni dari Matauli ini  yang mengambil bidang hukum dan bekerja di Kemenkumham. Banyak juga yang mejadi aparat negara dan instansi pemerintah lainnya. Itu menjadi salah satu keunggulan dari sekolah yang kita banggakan ini. Untuk itu saya berpesan, agar adik-adik sekalian semangat dan bersyukur bisa menimba ilmu di sekolah yang luar biasa ini,” pungkasnya.

Atas materi yang disampaikan oleh Kejaksaan Negeri Sibolga, Ketua Yayasan SMA Matauli Fitri Krisnawati Tandjung, B.Sc, dan Kepala Sekolah SMAN 1 Matauli Pandan Deden Rachmawan, SPd, MM, mengucapkan terima kasih. Diharapkan materi yang disampaikan semakin menambah wawasan siswa baru dalam menggunakan media sosial serta dampak negatif serta hukum pidana bagi yang salah menggunakan media sosial. (ril)