Inilah yang Didapat Indonesia dari KTT G20

Ekonomi608 Dilihat

Oleh: Sahat Jason Gultom

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 telah selesai dilaksanakan di Indonesia tepatnya di Pulau Dewata Bali. Rangkaian kegiatan digelar sejak 1 Desember 2021 lalu di beberapa daerah. Dan puncaknya Presidensi G20 pada tanggal 15-16 November 2022.

Sebanyak 20 negara anggota G20 (Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa) sepakat menghasilkan 52 poin dan 1.186 dokumen.

Baca Juga:  Kemarin Jabatan Tengku Erry Sebagai Gubsu Berakhir, Apa Harapan Tengku?

Perhelatan tahunan inipun telah mencegangkan mata dunia, karena dapat terselenggara dengan aman dan terkendali di tengah banyaknya kekhawatiran negera-negara lain akan kemampuan Indonesia menyelenggarakan event internasional itu.

“Hampir rata-rata negara anggota G20 memiliki kekhawatiran apakah pelaksanaan KTT G20 dan Presidensi G20 berlangsung aman. Dan alhamdulillah, semuanya berjalan dengan aman dan terkendali,” kata Dr Muhammad Hadianto selaku Sekretariat Sherpa G20 Indonesia pada acara Diskusi Hasil Presidensi G20 Indonesia 2022, Rabu (7/12/2022) di Intercontinental Resort, Bali.

Baca Juga:  UP3 PLN Sibolga Siap Sukseskan Pemilu 2019

Bersama dengan Hadianto sejumlah narasumber dihadirkan seperti Iss Safitri Hafid, Direktur Wakil Kepala Sekretariat Finance Track KTT G20 Indonesia, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim, BKF Kemenkeu, Dian Lestari, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana, Fitrha Faisal Hastiadi, Ph.D selaku ekonom, dan Ida Bagus Agung Partha Adnyana, sebagai Ketua Bali Tourism Board.

Dalam paparannya Muhammad Hadianto membeberkan apa saja yang diperoleh Indonesia selama dari kegiatan KTT G20.

Baca Juga:  Bank Indonesia Buka Lowongan, Ini Syaratnya

Yang pertama…