Partai NasDem Pelopori Kenaikan Gaji Aparat Desa di Tapteng dari Rp750 Ribu jadi Rp 2 Juta

Tapanuli Tengah380 Dilihat

Tapteng, 29/11 (Batakpost.com)- Gaji aparat desa di Tapteng naik signifikan di 2023. Kenaikan gaji aparat desa tersebut dipelopori oleh Partai NasDem selaku partai terbesar di daerah itu dengan perolehan kursi terbanyak yakni 14 kursi di DPRD Tapteng.

Kenaikan gaji aparat desa tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Partai NasDem Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, SH usai pertemuan silaturahmi dengan Pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tapanuli Tengah di Kantor Sekretariat DPD Partai NasDem Tapteng, Selasa (29/11/2022) sore.

Baca Juga:  Perayaan Natal Oikumene Tapteng Bernuansa Budaya Batak Berlangsung Sukses dan Meriah

“Pengurus APDESI Tapteng mewakili 159 kepala desa di Kabupaten Tapanuli Tengah bersilaturahmi dengan DPD Partai NasDem Tapteng. Mereka mengucapkan terima kasih karena mendapat kabar dari DPRD Tapteng tentang kenaikan gaji aparat desa,” kata Bakhtiar Ahmad Sibarani.

BACA JUGA: Bakhtiar Perintahkan Fraksi NasDem Kawal Anggaran Rp 2 Miliar Untuk 1.000 Abang Becak

Adapun kenaikan gaji aparat desa di Tapteng yakni, Aparat Desa/Kaur berjumlah 636 orang, dengan gaji semula sebesar Rp.750 naik menjadi Rp 2.022.200.

Baca Juga:  Gereja HKBP Jordan Perancis Diresmikan, Darwin: Ini Niat Tulus Saya

Kemudian, Kepala Dusun berjumlah 590 orang, dengan gaji semula Rp 500 ribu naik menjadi Rp 2.022.200.

Selanjutnya, gaji Kepala Desa naik dari semula Rp 1,4 juta menjadi Rp 2.426.000. Sementara gaji Sekdes semula Rp1 juta naik menjadi Rp 2.224.000.

“Ada kenaikan gaji yang signifikan di tahun 2023, itu sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Bakhtiar Sibarani.

Lebih lanjut Bakhtiar menyampaikan, sewaktu menjabat Bupati Tapteng, dirinya berjanji akan memperjuangkan kenaikan gaji aparatur pemerintahan desa yang sebelumnya dinilai kurang pantas. Kepala dusun bergaji hanya Rp 500 ribu.

Baca Juga:  Sebanyak 77 Orang Penyandang Disabilitas Grahita Mental di Tapteng Masuk Daftar Pemilih

“Pernah kita coba menaikan, namun sempat tertunda karena terjadinya refocusing anggaran akibat Covid-19. Kenaikan gaji ini kita lakukan agar optimalisasi pelayanan ke masyarakat bisa terlaksana. Tidak mungkin kita tuntut orang bekerja dengan optimal, sementara gajinya hanya Rp 500, itu tidak mungkin,” ujar mantan Bupati Tapteng itu.

Atas dasar..