Bupati Tapsel Dolly Pasaribu Ajak Stakeholder Gotong Royong Lindungi 112 Ribu Pekerja Rentan Ikut Jamsostek

Padangsidimpuan60 Dilihat

Padangsidimpuan, 12/3 (Batakpost.com)- Bupati Tapanuli Selatan, H. Dolly P Pasaribu, SPT, MM mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk bersama-sama secara gotong-royong melindungi 112.000 pekerja rentan dan pekerja sosial lainnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu sebagai salah satu wujud implementasikan Inpres No 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kendati iuran Kecelakaan Kerja dan Kematian cukup murah yakni hanya Rp 16.800 per bulan, namun kesanggupan membayar iuran tidak mampu.

“Kepada perusahaan, tolong berkenan menyisihkan CSR bagi masyarakat sekitar,” jelas Bupati Dolly didampingi Kepala PMPTSP (Perizinan) Sofyan Adil, SP, MM, Kepala BPKPAD (Keuangan), M. Frananda S.E. dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Arman Pasaribu S.sos, M.Si di Hotel Natama Padang sidimpuan, Kamis (10/3/2022) saat menerima audiensi Kepala Jamsostek Sidimpuan Dr. Sanco Simanullang dan sejumlah staf, dalam keterangannya, hari ini.

Baca Juga:  Sibolga jadi Rujukan Perlindungan Tenaga Kerja Rentan di Sumbagut

BACA JUGA: Danrem 023/KS Kunjungi Koramil 10/Binanga Kodim 0212/Tapsel

Bupati menekankan, Pertama, bagi seluruh pemberi kerja agar mendaftarkan seluruh pekerjanya, sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Pusat dan Perda Jamsostek.

Kedua, perusahaan besar agar menyisihkan Corporate Social Responsibilities (CSR) dalam bentuk iuran bagi tenaga kerja rentan di lingkungan setempat.

Ketiga, Pemkab secara bertahap akan turut memberikan bantuan iuran yang ditampung dalam APBD.

Bupati minta agar Disnaker segera mengadakan pertemuan dengan mengundang segenap pihak untuk membahas rencana dimaksud.

Baca Juga:  Keluarga Besar Karyawan Kristiani BPJamsostek Sumbagut Berbagi Kasih dengan PK Hephata HKBP

“Rampungkan data para tenaga kerja rentan calon penerima kartu, libatkan Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) dan Dinas terkait,” tegas Bupati.

Kepala BPKPAD (Keuangan) M. Frananda S.E mengatakan, pendataan penerima kartu Jamsostek bagi pekerja rentan harus dilakukan secara selektif dan terukur

“Jangan sampai tumpang tindih pengcoveran. misalnya, profesi guru honorer, di sisi lain juga sebagai perangkat desa, terus dia juga sebagai bilal mayit. Jangan sampai double pembiayaan, sementara yang lain tidak dapat ” katanya.

Pemda belum mampu menampung keseluruhan pembiayaan bagi sekitar 112.000 pekerja rentan Tapanuli Selatan.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu SDM dan Ketahanan Pangan Lewat TMMD ke-100

“Oleh karena kemampuan keuangan yang sangat terbatas, bagi yang mampu secara mandiri, agar tidak membebani APBD. Ayo, gotong-royong menanggulanginya,” ujar Frananda.

Gelar Pertemuan

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Arman Pasaribu S.Sos, M.Si mengungkapkan akan segera mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan guna membahas perlindungan ketenagakerjaan.

“Kita akan kerja sama dengan dinas Perizinan untuk menjaring tenaga kerja yang belum terlindungi dalam program jamsostek,” kata Arman.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Padang sidimpuan, Dr Sanco Simanullang mengucapkan terima kasih atas pertemuan dan dukungan Pemkab.

“Terima kasih Pak Bupati, Kami siap memberikan perlindungan Jamsostek guna meningkatkan kesejahteraan pekerja di Tapanuli Selatan,” tutup Sanco.(ril)