Bupati Tapanuli Utara Harapkan Daerahnya Tetap Steril dari PMK

Taput, 3/7 (Batakpost.com)-Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tapanuli Utara, Longgos Pandiangan, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kapolres Taput AKBP.  Ronald FC. Sipayung, Kodim  0210/TU, terkait persiapan dan mitigasi penanganan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, bertempat di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Sabtu (2/7/2022).

Rakor yang dipimpin oleh Kapolres Taput itu membahas kesiapan ternak kurban dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H serta Pencegahan penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut pada ternak di Kabupaten Tapanuli Utara.

Arahan Bupati yang disampaikan oleh Kadis Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan melakukan upaya pencegahan penyebaran PMK dengan melibatkan unsur TNI dan Polri mulai dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Kecamatan untuk melakukan deteksi dini terhadap ternak milik masyarakat yang sakit termasuk melakukan penyekatan pada pintu keluar-masuk wilayah Tapanuli Utara.

BACA JUGA: Sat Resnarkoba Polres Tapteng Telah Menangani 51 Kasus Narkoba

“Begitu adanya isu PMK ini, Pemkab Tapanuli Utara langsung berkoordinasi dengan TNI-Polri dalam menyikapi PMK ini. Selanjutnya, kita akan melakukan penyekatan pada perbatasan hingga kecamatan dan juga yang didukung oleh seluruh Tim sehingga setiap angkutan ternak yang masuk dan keluar di wilayah Tapanuli Utara dicek surat keterangan kesehatan hewan yang di tandatangani Dokter Hewan daerah asal. Semoga ke depannya daerah kita ini tetap steril, tidak ada ternak kita terjangkit PMK,” ucap Kadis Longgos Pandiangan.

Kapolres Tapanuli Utara menyatakan siap mem back up Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam pencegahan penyebaran PMK ini dengan melibatkan seluruh Polsek. Demikian juga halnya dengan TNI siap melakukan dukungan personel mulai tingkat Kabupaten sampai Kecamatan.

“Mari kita samakan persepsi sehingga seluruh pihak terkait dapat saling berkoordinasi. Dalam pertemuan ini saya sampaikan bahwa kami TNI dan Polri siap membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan dan penanggulangan penyakit PMK ini. Semoga keputusan bersama dalam rakor penanggulangan PMK di wilayah kita ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, diharapkan para Forkopimcam yang berhubungan dengan Kabupaten tetangga agar menjadi perhatian utama,” jelas Kapolres Ronald Sipayung.

Pada Rakor tesebut juga dilaksanakan paparan oleh Drh Agung Lumbantobing yang mewakili UPT BPTU-HPT Siborongborong menjelaskan apa itu PMK, bagaimana penularan serta cara penangannya.

Peserta Rakor juga menyepakati bahwa selanjutnya akan dibentuk Satuan Tugas Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku Kabupaten Tapanuli Utara yang melibatkan unsur TNI/Polri dan pihak terkait lainnya. (ril)