Kepulauan Nias

Bupati Nias Dorong Aksi Pencegahan Stunting di Kecamatan Ma’u

90
×

Bupati Nias Dorong Aksi Pencegahan Stunting di Kecamatan Ma’u

Sebarkan artikel ini
Bupati Nias Dorong Aksi Pencegahan Stunting di Kecamatan Ma'u
Advertisement
Example 300x600
Advertisement

Nias, 10/7 (Batakpost.com) – Kegiatan Rembuk Stunting tingkat kecamatan di Gedung Gereja BNKP Lasara Siwalubanua, Kecamatan Ma’u, menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Nias dalam menangani masalah stunting yang meresahkan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Nias, Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si, bersama dengan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat terkait.

Camat Ma’u, Rano Artafa Gulo, S.E., M.A.P, mengawali kegiatan dengan menyampaikan tujuan dari pelaksanaan Rembuk Stunting ini, yang bertujuan untuk mendeklarasikan komitmen bersama untuk intervensi stunting serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam peningkatan gizi spesifik untuk mengatasi penyebab stunting.

Dalam arahannya, Bupati Nias, Yaatulo Gulo, menegaskan urgensi penanganan stunting sebagai masalah yang sangat serius bagi masa depan Kabupaten Nias. “Stunting adalah masalah masa depan Kabupaten Nias. Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk serius dalam menangani masalah ini,” ujarnya dengan tegas.

Bupati juga menghimbau seluruh tenaga medis, bidan desa, dan kader posyandu di Kecamatan Ma’u untuk menjalankan peran mereka dengan maksimal dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dia mendorong untuk meningkatkan kesadaran akan pemenuhan gizi anak, mengubah pola asuh, serta melakukan langkah-langkah preventif yang diperlukan guna menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh kepala desa, bidan desa, dan kader posyandu di Kecamatan Ma’u untuk melakukan pendataan bayi di desa masing-masing. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Nias,” tambahnya.

Bupati juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan yang sehat, termasuk dalam hal pengelolaan sampah, sebagai bagian dari upaya mencegah masalah sanitasi yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait seperti staf ahli bupati, asisten sekda, kepala dinas kesehatan P2KB, kepala BappedaLitbang, camat se-Kabupaten Nias, serta tokoh agama, masyarakat, dan penerima manfaat program pencegahan stunting.

Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Bupati Nias berharap agar upaya ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penurunan kasus stunting di Kabupaten Nias, menuju masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.(int)

Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEWS

banner 325x300