BI Sibolga Sosialisasikan Cinta Bangga Paham Rupiah kepada GenBI, Pokdarwis, Pedagang di Objek Wisata Anggar Sibolga

Ekonomi, Sibolga63 Dilihat

Sibolga, 2/3 (Batakpost.com)-  Rangkaian kegiatan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) “UMKM Level Up” yang dilakukan oleh Bank Indonesia Sibolga terus berlanjut. Sebagai salah satu bentuk kebanggaan terhadap bangsa sendiri, Bank Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi untuk menumbuhkan rasa Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada penerima beasiswa Bank Indonesia yang biasa disebut GenBI atau Generasi Baru Indonesia.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di  Paluga Anggar Food and Drink objek wsiata Pelabuhan Lama, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (2/3) sore, diikuti perwakilan GenBI Padangsidimpuan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Beringin, Kelompok Pedagang Pantai Anggar Pelabuhan Lama, Dinas Lingkungan Hidup Kota Sibolga dan wartawan Bank Indonesia Sibolga.

Dalam paparannya Saddam Husein Pasaribu selaku Staf Unit Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Sibolga, menjelaskan, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah merupakan program Bank Indonesia yang dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan dan pemahaman Rupiah yang lebih baik melalui pengenalan ciri-ciri dan cara merawat Rupiah. Meningkatkan kebanggaan Rupiah melalui pengenalan sejarah uang dan memberikan pemahaman Rupiah yang memiliki fungsi penting dalam perekonomian Indonesia.

Baca Juga:  BI Luncurkan Uang Rupiah Kertas Baru Edisi 2022

Sebagai Lembaga Negara, kata Saddam, Bank Indonesia memiliki tujuan, yaitu, mencapai dan menjaga kestabilan nilai Rupiah. Dengan itu, Bank Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta mendukung kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

“Cinta Rupiah dapat ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga Rupiah serta menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar,” terangnya.

Dia juga menjelaskan tujuan dari gerakan bangga Rupiah, yaitu agar dalam setiap transaksi wajib menggunakan Rupiah untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah serta membangun kepercayaan dunia pada Rupiah. Sedangkan paham Rupiah, ditunjukkan dengan memahami fungsi Rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya, dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Sibolga juga melakukan sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada para peserta. Di mana Bank Indonesia berupaya memadukan layanan pembayaran tunai dan non tunai dalam rangka mewujudkan less-cash society atau kelompok masyarakat yang menggunakan uang elektronik untuk semakin tumbuh kesadarannya. Demikian juga dengan ritel (penjual) agar semakin sering menggunakan instrumen pembayaran non tunai sebagai alternatif uang tunai terutama pada era pandemi saat ini.

Baca Juga:  Dukung Kampanye Gernas BBI, BI Sibolga Gelar Gernas BBI UMKM Level Up

“Sejak mengampanyekan penggunaan transaksi non tunai melalui  “Gerakan Nasional Non Tunai” di tahun 2014, inovasi terus digencarkan untuk menciptakan transaksi non tunai yang memberikan keamanan, kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi. Salah satunya melalui kanal “Quick Response Code Indonesian Standard” atau yang lebih dikenal sebagai QRIS,” kata Joseph Rismanto Manulang (Staf implementasi kebijakan sistem pembayaran BI Sibolga) yang dipercaya menjadi pembicara dalam topik ini.

Sosialisasi yang mengangkat kedua topik ini mendapat respon positif. Hal itu dibuktikan dengan banyak pertanyaan dari para peserta. Dengan cakap kedua pembicara dapat menjawab semua pertanyaan dari para peserta sosialisasi.

Baca Juga:  Wartawan Ekonomi BI Sibolga Lepas Kepergian Dany

Di akhir acara, Kepala Perwakilan BI Sibolga, Aswin Kosotali menekankan, bahwa pentingnya mencintai, menjaga, dan merawat rupiah sebagai identitas bangsa. Selain itu juga, dalam menunjang dunia Pariwisata Sibolga, kesasaran masyarakat dan juga pengelola tempat wisata akan kebersihan menjadi poin utama.

“Mari kita jadikan objek wisata yang ada di Kota Sibolga ini khususnya di Anggar ini menjadi tempat wisata yang berkelas. Gerakan untuk tidak membuang sampah harus kita gelorakan. Untuk itulah rangkaian kegiatan kita hari ini diisi dengan aksi bersih pantai sebagai contoh dan ajakan kepada semua lapisan masyarakat dan juga pemerintah,” kata Aswin.

Aswin pun berharap, kelak ketika dia datang lagi ke Sibolga, hal itu sudah terwujud, karena selaku pimpinan BI tempat tugasnya selalu berpindah. Dan ketika dia datang nanti berkunjung ke Sibolga, harapan dan niatnya menjadikan objek wisata Sibolga yang bersih dan berkelas sudah terwujud. (red)