Jenewa, 13/10 (BatakPost)– Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, Senin (12/10/2026), mendesak penyelidikan menyeluruh terhadap serangan di bandara Riyadh di Arab Saudi dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.
“Saya sangat prihatin atas serangan berulang yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi dan warga negara asing, khususnya serangan mengerikan kemarin terhadap bandara utama Riyadh,” tegas Turk.
Serangan ke Sipil Dilarang Hukum Internasional
Kepala Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) itu menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang keras berdasarkan hukum humaniter internasional.
“Serangan-serangan ini dan dugaan pelanggaran lainnya oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus diselidiki, dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Turk.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak konflik yang menghancurkan terhadap warga sipil, baik di Yaman maupun Arab Saudi, menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa permusuhan yang terus berlanjut hanya akan menimbulkan penderitaan baru tanpa kepastian kapan konflik akan berakhir.
“Selain kewajiban untuk menghormati prinsip pembedaan dan proporsionalitas, semua pihak harus senantiasa berupaya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional. Saya menyerukan kepada mereka untuk meredakan ketegangan dan mencegah bencana lebih lanjut,” tambahnya.
Riyadh Dibombardir Berturut-turut
Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Riyadh berulang kali menjadi sasaran serangan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan: Serangan 10 Oktober: 12 orang tewas dan 309 lainnya luka. Serangan 11 Oktober: 1 orang tewas dan 11 lainnya luka!Serangan tersebut mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran hebat. (Ant/OANA)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













