Tapteng, 4/10 (Batakpost.com)– Keprihatinan mendalam disampaikan Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST, melihat maraknya warga Batak yang mengumbar cakap kotor dalam bahasa Batak di media sosial hanya demi monetisasi dan dolar.
Dalam wawancara eksklusif bersama Batakpost.com pekan lalu di Pandan, Tapanuli Tengah, Ephorus dengan tegas mengingatkan jati diri orang Batak yang sesungguhnya.”Teknologi termasuk media sosial adalah anugerah Tuhan. Sebagai anugerah, harus kita manfaatkan untuk kebaikan bagi semua,” ujar Ephorus membuka.
Namun, ia sangat menyayangkan kecenderungan saat ini. “Ada keprihatinan. Kecenderungan media sosial yang menggunakan cakap kotor dan hoaks menjadi mata pencaharian lewat monetisasi. Janganlah sampai mata pencaharian kita untuk menerima dolar kita harus cakap kotor,” tegasnya.
Menurut Ephorus, hal itu sangat bertentangan dengan dua kekuatan utama orang Batak Kristen. “Batak itu adabnya sangat tinggi. Ada pepatah ‘Pattundo Hangoluan, Tois Hamagoan’. Pattun itu termasuk kata-kata. Apalagi kita dibalut dengan kekristenan, dengan hapantunon (kesopanan). Kita dituntut harus menyampaikan kata-kata yang baik, kata-kata yang membangun, merajut kebersamaan, atau dalam bahasa Batak disebut hata nasiniraan,” jelasnya.
Ia mengingatkan, gelar sakral Anakni Raja dan Boruni Raja bukan sekadar label marga, tapi diukur dari kualitas. “Anakni Raja itu fungsinya di situ. Dilihat dari tutur katanya. Anakni Raja itu diukur berdasarkan kualitas kehidupan, kata-katanya, perilakunya, keteladanannya, dan sopan santun. Jadi sekarang sudah banyak anak apa-apa ini sekarang,” sindir Ephorus dengan nada kecewa, seraya menambahkan hanya untuk mendengarkan saja, kata-kata kotor itu sudah membuat risih, apalagi mengucapkannya.
Lalu apa langkah HKBP?
Ephorus menyebut benteng pertama adalah keluarga. “Keluarga ini sekolah pertama iman dan karakter. Kalau di rumah sudah dibiasakan cakap kotor, akan terbawa-bawa keluar,” ujarnya. Ia juga telah mengimbau seluruh pelayan HKBP agar menekankan pentingnya menjaga tutur kata lewat khotbah-khotbah.
Selanjutnya Baca: Terkait desakan…













