Terkait desakan agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir konten cakap kotor Batak, Ephorus menyebut itu sebagai langkah lanjutan yang akan dibahas melalui badan resmi di HKBP untuk disampaikan ke pemerintah.”Yang penting sekarang, apa yang bisa kita lakukan dulu, yaitu melalui pembinaan keluarga. Apalagi HKBP sekarang ada program pengajaran iman dan keluarga, itu yang kita dahulukan dulu dalam skop gereja,” katanya.
Ia menegaskan, situasi ini sudah sangat-sangat memprihatinkan.
Di akhir wawancara, Ephorus menitip pesan yang menohok untuk semua orang Batak dan jemaat HKBP: “Hidup kita ini idealnya berguna untuk orang lain. Minimalnya kalau tidak bisa membuat orang bahagia, membuat orang bersemangat, minimal jangan mengganggu orang lain. Dan jangan sampai fatal yang ketiga, yaitu sudah tidak bisa berbuat apa-apa malah menyusahkan orang lain.”
“Minimal kalau kita tidak bisa membuat orang bersukacita berbahagia, jangan mengganggu orang, mengusik orang atau jangan membuat orang terluka,” pungkasnya. Bagaimana menurut pembaca Batakpost,com masih pantaskah kita disebut Anakni Raja kalau konten kita isinya makian demi dolar? (Jasgul)
Baca Berita menarik lainnya dari Batakpost.com di GOOGLE NEW













